Bolaindonesia

Timnas Indonesia Batal Lawan Bangladesh, Shin Tae-yong Maklum

Shin Tae-yong buka suara terkait batalnya laga kontra Bangladesh.

Husna Rahmayunita

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (dok. PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (dok. PSSI)

Bolatimes.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong buka suara mengenai batalnya pertandingan kontra Bangladesh di FIFA Matchday.

Shin Tae-yong memaklumi alasan Bangladesh mundur melawan Timnas Indonesia lantaran terkendala regulasi Covid-19.

Timnas Bangladesh keberatan dengan aturan karantina yang diterapkan pemerintah bagi pendatang dari luar negeri. Selain itu, belum semua pemain sudah divaksin dosis kedua.

Berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 1 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), para warga negara asing harus sudah mendapatkan dosis vaksin COVID-19 lengkap di negara asalnya, minimal 14 hari sebelum keberangkatan ke Indonesia.

Shin Tae-yong memaklumi alasan pembatalan laga antara Timnas Indonesia vs Bangladesh yang sedianya digelar 24 dan 27 Januari 2022 mendatang.

"Alasan tidak jadi bertanding melawan Bangladesh dapat diterima dan masuk akal," kata Shin, seperti dikutip dari Antara, Kamis (13/10/2022)

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyebut pertandingan Timnas Indonesia batal lantaran 10 pemain Bangladesh belum mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua.

"Itu sebabnya 'FIFA match day' melawan Bangladesh batal. Sulit untuk merealisasikannya dengan alasan beberapa pemain mereka belum vaksin (kedua-red)," ujar Yunus.

Menurutnya, Bangladesh belum dapat memvaksinasi pemain-pemain tersebut lantaran terbatasnya stok vaksin di sana.

Timnas Bangladesh juga sebenarnya sudah mengajukan vaksin tersebut ke pemerintahnya, tetapi mereka tidak bisa mendapatkannya dengan segera.

Dengan dibatalkannya laga tersebut, PSSI mencari alternatif calon rival Skuad Garuda. Ada tiga negara yang disebut bersedia lawan Indonesia, yakni Timor Leste, Brunei Darussalam dan Maladewa.

Berita Terkait

Berita Terkini