Bolaindonesia

Penjelasan Manajemen PSS Sleman soal Rumor Dokter Gadungan di Tim

Dokter gadungan diduga bekerja di Tim PSS Sleman.

Husna Rahmayunita

Dokter tim PSS, Elwizan Aminudin yang disebut palsu. (Twitter/@iqbalamin89)
Dokter tim PSS, Elwizan Aminudin yang disebut palsu. (Twitter/@iqbalamin89)

Bolatimes.com - Viral dugaan dokter gadungan dipekerjakan di tim sepak bola PSS Sleman. Dokter yang diduga palsu tersebut bernama Elwizan Aminudin.

Elwizan Amunudin disebut dokter palsu dan bergaung di PSS Sleman. Bahkan, dia juga sempat bernaung di sejumlah klub Tanah Air.

Dugaan dokter gadungan ini menjadi perbincangan setelah muncul postingan di akun Twitter @iqbalamin89. Unggahan itu menarasikan adanya dugaan dokter palsu yang bekerja di beberapa klub sepak bola, termasuk di PSS Sleman.

"Another Fraudster, kali ini korbannya @PSSleman, konon ybs sempat jadi Dokter Timnas. Buat instansi yang akan merekrut dokter, lain kali cek dan ricek ke situs di kki.go.id," tulis akun tersebut dikutip Kamis (2/12/2021).

Dokter Tirta juga ikut menanggapi postingan itu. Ia menanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Akun tersebut juga menjelaskan lewat kolom balasan bahwa dokter bernama Elwizan Aminudin merupakan dokter palsu.

"Dokter palsu, no Surat Tanda Registrasi (STR), ijazah palsu, tidak terdaftar di IDI mana pun, DIKTI juga, apalagi KKI, Monggo di cek pak," kata akun itu.

Soal adanya dugaan dokter palsu yang berada di dalam manajemen klub berjuluk Super Elja itu, Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andy Wardhana Putra mengatakan bahwa orang tersebut sudah bergabung sejak 2020 lalu.

"Dokter Amin direkrut dan bergabung tahun kemarin ya. Itu memang dari perekrutan manajemen lama. Saya sendiri ada di manajemen itu tapi masih di bidang keuangan," ujar Andy dihubungi SuaraJogja.id (jaringan Bolatimes.com), Kamis (2/12/2021).

Ia mengatakan bahwa dalam perekrutan sendiri manajemen melihat dari pengalaman pribadi yang bersangkutan bahwa sempat berada di banyak klub.

"Bahkan dia sempat di Tim Nasional juga kan. Track record di sepakbola cukup banyak, dan mungkin itu alasan manajemen merekrut," kata dia.

Andy tak ingin buru-buru menyimpulkan bahwa pria yang sudah setahun bekerja di dalam manajemen merupakan dokter palsu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kebenaran kabar itu.

"Tapi sekarang kita juga masih dalam tahap penyelidikan. Jadi kita belum bisa memastikan bahwa itu dokter palsu," kata dia.

Ia menyebut dalam proses perekrutan sendiri, orang ini juga menyertakan ijazah kedokteran. Ia tak merinci apakah ijazah itu asli atau palsu.

"Namun sertifikat atau lisensi terkait kesehatan sendiri tidak ada," kata dia.

Disinggung status terkini orang tersebut, Andy mengatakan bahwa sejak dua pekan terakhir ia telah meninggalkan klub. Alasannya sedang merawat ibunya yang tengah sakit.

"Jadi sudah dua pekan kemarin itu tidak disini. Nah kemarin itu baru telepon, ia berpamitan dari PSS," ujar Andy.

Ia menjelaskan posisi dokter di dalam klub saat ini masih kosong. Namun kekosongan itu sudah diisi oleh dokter sementara.

"Jumlah dokter kami hanya satu, karena dokter Amin berpamitan ya sementara ada dokter penggantinya," kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT PSS itu.

Mengantisipasi kejadian yang dialami klubnya, Andy akan melakukan konfirmasi dan pengecekan bagi dokter yang akan bergabung.

(SuaraJogja.id/Galih Priatmojo)

Berita Terkait

Berita Terkini