🏆 FIFA World Cup 2026
First Stage · Group K Thursday 18 June 2026
📍 Mexico City Stadium, Mexico City
Uzbekistan 1
Colombia 3
First Stage · Group B Thursday 18 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
Switzerland 4
Bosnia and Herzegovina 1
First Stage · Group A Thursday 18 June 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
Czechia 1
South Africa 1
First Stage · Group B Thursday 18 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
Canada 6
Qatar 0
First Stage · Group J Wednesday 17 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Austria 3
Jordan 1
First Stage · Group J Wednesday 17 June 2026
📍 Kansas City Stadium, Kansas City
Argentina 3
Algeria 0
First Stage · Group K Wednesday 17 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Portugal 1
Congo DR 1
First Stage · Group L Wednesday 17 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
England 4
Croatia 2
First Stage · Group L Wednesday 17 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Ghana 1
Panama 0
First Stage · Group G Tuesday 16 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
IR Iran 2
New Zealand 2
First Stage · Group I Tuesday 16 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
France 3
Senegal 1
First Stage · Group I Tuesday 16 June 2026
📍 Boston Stadium, Boston
Iraq 1
Norway 4
First Stage · Group H Monday 15 June 2026
📍 Miami Stadium, Miami
Saudi Arabia 1
Uruguay 1
First Stage · Group G Monday 15 June 2026
📍 Seattle Stadium, Seattle
Belgium 1
Egypt 1
First Stage · Group F Monday 15 June 2026
📍 Monterrey Stadium, Monterrey
Sweden 5
Tunisia 1
First Stage · Group H Monday 15 June 2026
📍 Atlanta Stadium, Atlanta
Spain 0
Cabo Verde 0
First Stage · Group C Sunday 14 June 2026
📍 Boston Stadium, Boston
Haiti 0
Scotland 1
First Stage · Group D Sunday 14 June 2026
📍 BC Place Vancouver, Vancouver
Australia 2
Türkiye 0
First Stage · Group E Sunday 14 June 2026
📍 Houston Stadium, Houston
Germany 7
Curaçao 1
First Stage · Group E Sunday 14 June 2026
📍 Philadelphia Stadium, Philadelphia
Côte d'Ivoire 1
Ecuador 0
First Stage · Group F Sunday 14 June 2026
📍 Dallas Stadium, Dallas
Netherlands 2
Japan 2
First Stage · Group D Saturday 13 June 2026
📍 Los Angeles Stadium, Los Angeles
USA 4
Paraguay 1
First Stage · Group B Saturday 13 June 2026
📍 San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco Bay Area
Qatar 1
Switzerland 1
First Stage · Group C Saturday 13 June 2026
📍 New York/New Jersey Stadium, New Jersey
Brazil 1
Morocco 1
First Stage · Group B Friday 12 June 2026
📍 Toronto Stadium, Toronto
Canada 1
Bosnia and Herzegovina 1
First Stage · Group A Friday 12 June 2026
📍 Guadalajara Stadium, Guadalajara
Korea Republic 2
Czechia 1

Sejarah Rivalitas Suporter PSIM Yogyakarta dengan PSS Sleman

Suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman dikenal memiliki rivalitas tinggi.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Kamis, 02 Desember 2021 | 15:07 WIB
Lautan suporter PSS Sleman membanjiri lapangan Pemda Sleman pada Kamis (6/12/2018) [Andiarsa Nata/Bolatimes.com]

Lautan suporter PSS Sleman membanjiri lapangan Pemda Sleman pada Kamis (6/12/2018) [Andiarsa Nata/Bolatimes.com]

Bolatimes.com - Sepak bola di Indonesia selalu penuh dengan bumbu-bumbu rivalitas, baik di dalam dan luar lapangan. Rivalitas di luar lapangan atau antar suporter ini lah yang kerap menjadi berita miring jelang atau pasca laga klub yang didukungnya.

Sebagai olahraga terpopuler, sepak bola tumbuh pesat di Indonesia dengan populasi yang besar. Kegilaan masyarakat Indonesia akan sepak bola pun kerap diperlihatkan di lapangan dan luar lapangan.

Hampir sama dengan negara lainnya, sepak bola di Indonesia juga menghadirkan rivalitas yang tergolong panas. Rivalitas ini biasanya tercipta karena asal dari klub tersebut ataupun sejarah panjang klub tersebut.

Rivalitas panas yang ada di Indonesia umumnya terjadi karena daerah klub itu berasal atau biasa disebut Derby. Banyak Derby tercipta di Indonesia yang kemudian berimbas ke luar lapangan atau di kalangan suporter.

Akibatnya, rivalitas antara klub dalam balutan Derby di atas lapangan berlanjut dengan rivalitas antara kedua suporter fanatik pendukung tersebut.

Di Indonesia, banyak ditemui rivalitas antara suporter itu. Salah satunya adalah rivalitas suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman, dua klub besar dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan saat laga Piala Indonesia di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/12/2018). Laga PS Tira kontra PSIM Yogyakarta dihentikan karena ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan dan merusak perangkat pertandingan seperti jaring gawang dan papan iklan. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan saat laga Piala Indonesia di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/12/2018). Laga PS Tira kontra PSIM Yogyakarta dihentikan karena ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan dan merusak perangkat pertandingan seperti jaring gawang dan papan iklan. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Rivalitas Pendukung PSIM dan PSS

Laga PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman dikenal sebagai Derby Mataram yang mengacu pada asal daerah kedua klub tersebut.

Rivalitas kedua klub ini sejatinya juga belum berlangsung lama. Pun dengan rivalitas antara basis suporter kedua tim asal DIY tersebut.

Rivalitas antara kedua klub terjadi pada musim 1999-2000 saat PSS promosi ke kasta teratas, sedangkan PSIM degradasi ke kasta kedua.

Baca Juga: Profil Flavio Beck Junior, Pemain Asal Brasil yang Balik ke PSIS Semarang

Fakta ini lantas membuat PSIM kehilangan muka  dari tetangganya, yang dianggap sebagai wajah baru dari sepak bola Yogyakarta.

Rivalitas antara dua basis suporter ini sendiri lahir dari basis suporter yang besar di Yogyakarta. PSIM memiliki Brajamusti dan The Maiden, sedangkan PSS memiliki Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS).

Pendukung PSIM yakni Brajamusti lahir pada tahun 2003 yang diikuti pecahnya organisasi hingga lahirnya The Maiden pada tahun 2010.

Sedangkan suporter PSS yakni Slemania menjadi yang tertua karena telah ada sejak tahun 2000 dan kemudian diikuti lahirnya pendukung beraliran ultras bernama BCS pada 2008.

Perseteruan pun diyakini juga lahir karena hilangnya harmonisasi dan toleransi yang disertai rasa gengsi serta rasa iri atau dengki akan klub rivalnya.

Rivalitas panas antara pendukung PSIM dan PSS ini kerap terjadi di luar lapangan. Berasal dari provinsi yang sama, membuat kedua basis suporter besar ini acap kali bertemu.

Terkadang pertemuan ini berujung bentrok yang bisa saja menghilangkan nyawa seseorang. Sebagai contoh tragedi pada 22 Mei 2016.

Salah satu pendukung PSS bernama Stanislaus Gandhang Deswara, harus meninggal dunia akibat bentrok dengan pendukung PSIM, Brajamusti di Jalan Magelang KM 14.

Rivalitas antar kedua suporter ini bahkan kembali berlanjut pada 26 Juli 2018 yang kembali mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang yakni Muhammad Iqbal Setyawan.

Iqbal Setyawan merupakan penonton non suporter yang tewas akibat dikeroyok dalam sebuah kerusuhan suporter saat menonton Derby Mataram antara PSS vs PSIM.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Bali United

bolaindonesia | 23:16 WIB

Polemik rumput JIS kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Indonesia, mempertanyakan mengapa stadion megah berbiaya Rp2 triliun ini terus bermasalah.

bolaindonesia | 12:18 WIB

Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan gemilang 4-0 atas Persita Tangerang

bolaindonesia | 01:21 WIB

Kodai Tanaka, striker asal Jepang, menjadi bintang kemenangan Laskar Sambernyawa dengan gol krusialnya, menandai debut impresif di sepak bola Indonesia.

bolaindonesia | 01:13 WIB

Saya yakin kami bisa menang, tapi banyak peluang gagal jadi gol, ujar pelatih asal Belanda itu.

bolaindonesia | 01:08 WIB

Pekan perdana BRI Super League 2025/26 langsung menyajikan partai panas antara Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS)

bolaindonesia | 00:36 WIB

Manajemen Persik Kediri resmi mengumumkan skema harga tiket pertandingan kandang untuk kompetisi Super League 2025/2026,

bolaindonesia | 22:56 WIB

Timnas Putri U-17 Indonesia dipastikan tergabung dalam Grup C bersama Myanmar, Mongolia, dan Makau

bolaindonesia | 22:19 WIB

Duel ini tak hanya menjadi penanda dimulainya kompetisi, tetapi juga pertarungan awal dua calon kuat juara musim ini.

bolaindonesia | 22:13 WIB

Akademi Persib kembali menunjukkan tajinya dengan mempromosikan sejumlah talenta muda yang siap bersinar.

bolaindonesia | 21:48 WIB