Bolaindonesia

Serahkan Diri, Pembakar Kartor PSS Sleman Ngaku Mabuk

Insiden pembakaran Omah PSS terjadi setelah PSS Sleman kalah dari Persita Tangerang, Minggu (28/11/2021).

Rauhanda Riyantama

Orang tak dikenal bakar Omah PSS - (Instagram/@siorangdalam)
Orang tak dikenal bakar Omah PSS - (Instagram/@siorangdalam)

Bolatimes.com - Pelaku pembakaran Kantor PSS Sleman atau disebut Omah PSS akhirnya menyerahkan diri. Dalam keterangannya, tersangka yang berinisial GD (36) dan TL (26) ngaku mabuk sebelum insiden tersebut.

Sebagaimana diketahui, aksi pembakaran Omah PSS tersebut viral di media sosial beberapa waktu lalu. Kejadian ini berlangsung tak lama setelah PSS Sleman kalah atas Persita Tangerang dengan skor 0-1 di Liga 1 2021, Minggu (28/11/2021).

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana menjelaskan, kejadian pembakaran bermula saat dua pelaku sedang menghadiri acara salah satu komunitas bola dengan menggelar musik dangdut dan menonton PSS Sleman bertanding kontra Persira Tangerang.

"Pukul 15.00 WIB pelaku datang dan menonton pertandingan tersebut. Dari pengakuan pelaku, ia minum-minuman keras dan seiring berjalan waktu PSS kalah dengan skor 0-1 dari Persita Tangerang," ujar Rony dilansir dari Suara.com.

Polres Sleman menunjukkan sejumlah barang bukti berupa jaket yang digunakan tersangka pembakaran ruangan di Omah PSS Sleman, saat konferensi pers di Mapolres Sleman, Rabu (1/12/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Polres Sleman menunjukkan sejumlah barang bukti berupa jaket yang digunakan tersangka pembakaran ruangan di Omah PSS Sleman, saat konferensi pers di Mapolres Sleman, Rabu (1/12/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

PSS Sleman yang tak kunjung menyamakan kedudukan membuat kecewa pelaku. Selanjutnya GD mengajak TL dan satu temannya GTX untuk keluar warung.

"Pelaku sempat mengatakan ayo keluar, mainnya jelek sambil mengajak dua temannya. Setelah sampai di tempat parkir pelaku mengajak temannya ke kantor PSS. Dia bilang mau ngamuk di sana," ujar Rony.

Dalam perjalanan, GD berboncengan dengan TL diikuti GTX di belakangnya. Mereka sempat menepi untuk membeli bensin 1 liter menggunakan uang TL. GD yang kepalang emosi menemukan satu botol dan memasukkan bensin ke botol tersebut.

Sampai di depan kantor PSS sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku dan temannya parkir. Selanjutnya pembakaran terjadi di mana bensin yang sudah disiapkan GD disiram di beberapa sudut ruangan dan meja kayu kemudian disulut api.

Kejadian itu sempat viral dan mendapat atensi Polres Sleman. Rony mengatakan setelah kejadian itu pihaknya melakukan olah TKP dan sudah mengantongi identitas pelaku.

"Setelah itu kami bergerak mencari pelaku, termasuk ke rumah keluarganya untuk meminta menyerahkan diri agar permasalahan ini cepat selesai," kata Rony.

Pada tanggal 30 November 2021 sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku datang dengan beberapa temannya. Selanjutnya dilakukan penyidikan dan polisi menetapkan GD dan TL sebagai tersangka.

(Suara.com/Muhammad Ilham Baktora)

Berita Terkait

Berita Terkini