Bolaindonesia

Kabar Baik, Jordi Amat Siap Bela Timnas Indonesia

Jordi Amat bahkan sudah mengirim dokumen memiliki darah Indonesia.

Rauhanda Riyantama

Jordi Amat ketika berseragam Swansea City. (Ian MacNicol / AFP)
Jordi Amat ketika berseragam Swansea City. (Ian MacNicol / AFP)

Bolatimes.com - Eks pemain Swansea City, Jordi Amat, dilaporkan sudah bersedia membela Timnas Indonesia. Ia bahkan sudah mengirimkan beberapa dokumen pendukung untuk proses naturalisasinya.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, mengatakan bahwa Jordi Amat telah mengirimkan dokumen pendukung bahwa memiliki darah Indonesia.

Sebelum Jordi Amat, Sandy Walsh dan Mees Hilgers dilaporkan juga telah bersedia. Kini, hanya tinggal menunggu satu pemain lagi yakni Kevin Diks belum memberikan respons.

Seperti diketahui, PSSI kini sedang berkomunikasi dengan empat pemain tersebut untuk peluang dinaturalisasi. Empat pemain yang merumput di Eropa itu merupakan permintaan lansung dari Pelatih Timnas Indonesi, Shin Tae-yong.

Pemain KAS Eupen, Jordi Amat. [Instagram/@jordiamat5]
Pemain KAS Eupen, Jordi Amat. [Instagram/@jordiamat5]

"Betul, satu pemain keturunan sudah konfirmasi. Jordi (Amat) sudah mengirimkan dokumen soal status keturunan. Dia juga sudah mengirim surat pernyataannya,” kata Hasani saat dihubungi awak media, Jumat (26/11/2021).

Meski sebagian besar pemain sudah sepakat, Hasani menyebut proses perubahan kewarganegaraan tidak bisa instan. Ada tahapan yang harus dilewati seperti pengecekan dokumen, rekomendasi PSSI dan Kemenpora, lalu persetujuan DPR.

Dalam hal ini, PSSI tidak ingin kasus Marc Klok kembali terulang di mana tak bisa membela Timnas Indonesia sebelum lima tahun menetap, karena tak bisa menunjukkan dokumen keturunan.

"Ini bukan satu pihak, kami baru komunikasikan ke agen mereka, ada tiga oke. Dari situ akan kami lihat pengakuan-pengakuan melalui dokumen, sah atau benar gak dia punya keturunan?" jelas Hasani.

"Karena kan mereka sudah pegang paspor negara lain. Jadi, nanti Menpora ajukan ke Presiden. Nanti Presiden yang bisa memutuskan."

"Setelah itu juga harus ada persetujuan dari DPR. Mulai Menpora ke Presiden, dan DPR kan prosesnya ini tak terduga. Tapi harapan kami cepat karena kan untuk bela negara," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini