Bolaindonesia

Hukum Berat Todd Ferre, Komdis PSSI: Ia Pukul dan Hina Wasit

Komdis PSSI hukum Todd Ferre larangan bermain selama 12 bulan.

Rauhanda Riyantama

Todd Rivaldo vs Qatar. (Dok. AFC).
Todd Rivaldo vs Qatar. (Dok. AFC).

Bolatimes.com - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing, akhirnya buka suara sol hukuman berat yng dijatuhkan kepada pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre. Sebagaimana diketahui, jebolan Timnas Indonesia U-19 itu disanksi larangan bermain selama 12 bulan.

Erwin mengatakan, Todd Ferre memukul wasit, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada pengadil pertandingan tersebut.

Aksi kurang terpuji Todd Ferre terjadi ketika Persipura Jayapura berhadapan dengan Bali United di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 pada 5 November 2021.

Pesepak bola Persipura Rivaldo Albert Ferre (kedua kanan) mendapat hadangan pesepak bola PSM Makasar Hasim Kipuw (kiri) R Pellu (kanan) Miitimo (kedua kiri) pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Delta di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (27/9/2019). (Foto Umarul Faruq)
Pesepak bola Persipura Rivaldo Albert Ferre (kedua kanan) mendapat hadangan pesepak bola PSM Makasar Hasim Kipuw (kiri) R Pellu (kanan) Miitimo (kedua kiri) pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Delta di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (27/9/2019). (Foto Umarul Faruq)

Erwin mengungkapkan Todd Ferre melanggar Kode Disiplin PSSI Pasal 50 Ayat 1 Poin B tentang tingkah laku buruk terhadap perangkat pertandingan.

"Dia melakukan tindakan yang sangat tidak sportif dan sangat tidak fair-play dengan melakukan protes yang berlebihan, berkata tidak pantas, memukul wasit, dan mengejar lalu mau memukul wasit lagi," kata Erwin Tobing saat dihubungi awak media, Rabu (24/11/2021).

Erwin menjelaskan pemain 22 tahun itu layak diberi sanksi berat. Ia juga menjamin sanksi dijatuhi Komdis PSSI sesuai dengan Kode Disiplin yang berlaku.

"Kami menjatuhkan sanksi itu ada dasarnya, sesuai Kode Disiplin. Kami tidak mengada-ada. Saya mengimbau kepada pemain, kalau dia pesepak bola, maka bermain sepak bola," terang Edwin.

"Bukan bermain tinju, bukan main pukul. Kalau main pukul, di ring. Kalau main sepak bola, di lapangan. Kalau dia pesepakbola lalu menghina, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, lalu memukul perangkat pertandingan, dan mengejar pula, kami akan berikan tindakan tegas. Itu ada dasarnya," ungkapnya.

"Kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Paling tidak, kita harus melakukan perubahan sikap, mental, dan punya integritas serta sportivitas," jelas Erwin.

"Tapi kalau main bola sambil memukul, itu sudah tidak indah. Makanya kami akan menjatuhkan hukuman paling berat, siapapun yang memukul perangkat pertandingan akan kami tindak tegas," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini