Bolaindonesia

Keputusan Sudah Bulat, Bobotoh Minta Robert Alberts Dipecat!

Suporter Persib Bandung minta Robert Alberts segera dipecat karena imbang terus

Irwan Febri Rialdi

Pelatih Persib,Robert Alberts. [ANTARA/HO-Persib.co.id]
Pelatih Persib,Robert Alberts. [ANTARA/HO-Persib.co.id]

Bolatimes.com - Suporter Persib Bandung sudah tidak tahan dengan pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. Mereka ingin pelatih asal Belanda itu dipecat karena imbang terus dalam tiga laga terakhir.

Persib baru dua kali menang dari enam laga awal di Liga 1 2021-2022, dengan torehan empat kali seri. Meski dilabeli sebagai salah satu tim favorit juara, Persib saat ini masih tertahan di peringkat kelima klasemen, terpaut enam poin dari Bhayangkara FC yang bertengger di puncak.

Hari ini sejumlah perwakilan Bobotoh mendatangi Graha Persib untuk menyampaikan tuntutan mereka. Terdapat lima isi tuntutan dari perwakilan Bobotoh ini.

Awalnya, perwakilan Bobotoh ingin pembacaan petisi ini disaksikan oleh bos Persib, Teddy Tjahjono. Namun, Teddy tak bisa hadir lantaran ada keperluan evaluasi tim bersama bos Persib lainnya, Umuh Muchtar.

Berikut isi tuntutan Bobotoh dalam aksi siang ini :

1. Manajemen PT PBB (Persib Bandung Bermartabat) harus bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Alberts dalam mengangkat prestasi Persib!

2. Menyikapi poin pertama, tidak ada negosiasi lagi, #ReneOut!

3. Seluruh jajaran manajemen PT PBB, tak terkecuali pelatih, tak layak mempolarisasi dan mengkotak-kotalkan Bobotoh berdasarkan kategori!

4. Menuntut keseriusan dan kesungguhan manajeman PT PBB dalam mewujudkan #PersibJuara di akhir musim ini!
Tagar #MenangBersama wajib diganti dengan #PersibJuara!

5. Jika hari ini manajemen PT PBB tidak bersepakat dengan kami, maka kami akan mengambil langkah dengan cara layaknya suporter sepakbola.

Bukan tanpa alasan, hal ini ditempuh para Bobotoh mengingat skuad yang sudah mumpuni namun belum bisa memberikan hasil maksimal.

Aksi kekecewaan Bobotoh sudah mulai terjadi saat Persib ditahan imbang Bali United 2-2 pada 18 September lalu.

Lalu berlanjut ke penghadangan bus di Pasupati akibat kembali seri 1-1 melawan PSM Makassar, dalam laga pekan keenam pada 2 Oktober kemarin.

(Suara.com/Rully Fauzi)

Berita Terkait

Berita Terkini