Bolaindonesia

Selain #DejanOut, Suporter PSS Sleman Gaungkan Dua Kata Kunci Ini

Ini dipicu tuntutan dari suporter yang meminta Dejan Antonic mundur.

Husna Rahmayunita

Koreografi Brigata Curva Sud Suporter PSS Sleman (Stephanus Aranditio/Bolatimes.com)
Koreografi Brigata Curva Sud Suporter PSS Sleman (Stephanus Aranditio/Bolatimes.com)

Bolatimes.com - PSS Sleman tengah menjadi perbincangan di linimasa bahkan hingga menempati jajaran trending topic Twitter, Jumat (1/10/2021).

Kata kunci PSS Sleman ramai digaungkan oleh warganet. Ini dipicu tuntutan dari suporter yang meminta Dejan Antonic mundur dari jabatan pelatih PSS.

Hasil pantauan Bolatimes.com, desakan itu disampaikan lewat tagar #DejanOut. Beragam cuitan soal PSS Sleman dibubuhi tagar tersebut.

Suporter PSS Sleman ingin Dejan Antonic mundur sebagai pertanggungjawaban atas hasil buruk PSS Sleman di Liga 1 2021/2021.

Selama betanding lima kali laga, PSS Sleman menang sekali, imbang sekali dan kalah tiga kali. Teranyar, PSS Sleman dikalahkan oleh Persebaya dengan skor 1-3 pada Rabu (29/9).

Warganet yang juga suporter PSS Sleman menyematkan tagar #DejanOut dalam berbagai cuitan. Tak hanya #DejanOut, dua kata kunci kini juga digaungkan.

Kata kunci itu yakni #MarcoOut dan #AthurOut. Rupanya, Direktur Utama (Dirut) PT PSS, Marco Garcia Paulo dan Arthur Irawan juga jadi sasaran protes suporter.

Diduga tagar itu muncul selepas muncul kabar pindah homebase sebagai jawaban tuntutan suporter yang disebut-sebut disampaikan oleh Marco.

"Football without fans is nothing! PSS Sleman selamanya! #ArthurOut #MarcoOut #DejanOut," kata @adhyain**.

"Save Our PSS Sleman! #DejanOut #ArthurOut #MarcoOut," sambung @fajar***.

"Fight For Freedom. PSS Sleman Selamanya #MarcoOut #ArthurOut #DejanOut," kata @yusuf***.

"Woyy PSS Sleman is ours! Love club hate management. PSS Sleman Ale! #DejanOut #ArthurOut #MarcoOut," tulis @Dafa***.

Sementara itu, pihak manajemen PSS Sleman sendiri telah melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan suporter untuk menghasilkan solusi atas tuntutan itu, Kamis (30/9) malam.

Perwakilan manajemen PSS, M Eksan menegaskan bahwa keputusan pemecatan itu sepenuhnya ada di tangan jajaran direksi.

"Jadi kami di jajaran manajemen tidak bisa langsung memutuskan. Yang bisa memutuskan (pemecatan) di jajaran direksi," ujarnya seperti dikutip dari SuaraJogja.id.

Berita Terkait

Berita Terkini