Bolaindonesia

Jhonny van Baukering Kembali Singgung PSSI soal Naturalisasi Sandy Walsh

Usai Ezra Walian temukan titik cerah, Van Baukering kini soroti kabar naturalisasi Sandy Walsh

Arif Budi Setyanto

Mantan striker Timnas Indonesia, Jhonny van Beukering. (Instagram/@Jhonnyvanbeukering).
Mantan striker Timnas Indonesia, Jhonny van Beukering. (Instagram/@Jhonnyvanbeukering).

Bolatimes.com - Mantan striker Timnas Indonesia, Jhonny van Baukering, kembali menyinggung PSSI terkait masalah naturalisasi pemain kelahiran Belanda, Sandy Walsh.

Belum lama ini PSSI mengabarkan dokumen alih status Ezra Walian untuk bisa membela Timnas Indonesia sudah direspons oleh FIFA. Tak lama dari kabar itu beredar, Jhonny van Baukering kemudian meyinggung PSSI terkait Sandy Walsh.

Melalui akun Instagramnya pada Jumat (11/6/2021), Jhonny van Baukering membagikan tangkapan layar profil Sandy Walsh. Dia menyoroti Sandy Walsh yang punya keturunan Indonesia.

Kemudian, di keterangan postingannya Van Baukering mencolek akun jajaran petinggi di PSSI, seperti Yunus Nusi, Indra Sjafrin, dan Ketum Mochammad Iriawan.

Jhonny van Baukering colek jajaran petinggi PSSI soal naturalisasi Sandy Walsh. (Instagram/jhonnyvanbeukering)
Jhonny van Baukering colek jajaran petinggi PSSI soal naturalisasi Sandy Walsh. (Instagram/jhonnyvanbeukering)

"Pada suatu hari di 18-03-1995, lahir laki-laki dengan setengah darah Indonesia dan Belanda yang bernama Sandy Walsh. Hei Yunus Nusi, Indra Sjafri, PSSI, dan Mochamad Iriawan," tulis Van Baukering.

Sebelumnya, Van Baukering memberikan kritikan pedas ke PSSI terkait pemain keturunan yang susah untuk membela Timnas Garuda. Van Baukering menyebut ada empat pemain yang berhasrat untuk membela Timnas Indonesia, yakni Sandy Walsh, Ezra Walian, Kevin Diks, dan Joey Suk.

Sementara itu, Sandy Walsh di kompetisi musim 2020/2021 tampil apik bersama KV Mechelen. Dia tercatat bermain dalam 24 laga di Liga Belgia dengan sumbangan tiga gol dan tiga assist.

Namun, Sandy Walsh yang mengaku ingin membela timnas sampai saat ini masih belum bisa mewujudkan mimpinya. Hal itu karena proses naturalisasinya belum kunjung berhasil.

Berita Terkait

Berita Terkini