Bolaindonesia

Mungkinkah PSSI Lanjutkan Liga 1 2020 Tanpa Penonton? Begini Jawabannya

PSSI sebelumnya telah menyatakan situasi Liga 1 2020 force majeure sampai Juni.

Rauhanda Riyantama

Aksi Makan Konate saat Persebaya Surabaya melawan Persipura Jayapura pada laga pekan ketiga Liga 1 2020. (Dok. Persebaya)
Aksi Makan Konate saat Persebaya Surabaya melawan Persipura Jayapura pada laga pekan ketiga Liga 1 2020. (Dok. Persebaya)

Bolatimes.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menjawab kemungkinan untuk menggelar kompetisi tanpa adanya penonton di tengah masa darurat wabah corona. Menurutnya, hal itu akan sulit dilakukan.

PSSI sebelumnya telah menyatakan situasi force majeure sampai Juni, yang membuat Liga 1 2020 dan Liga 2 dihentikan untuk sementara waktu. Kemungkinan, baru dilanjutkan kembali pada awal Juli mendatang.

"Efeknya akan besar bagi klub, khususnya di liga-liga yang tanpa penonton. Apalagi, sekali main itu, kan juga ada 50 orang biasanya di satu tempat (meski tanpa penonton). Apakah mungkin dengan kondisi PSBB sekarang," kata Iriawan.

"Lalu apakah mungkin ada perizinan yang diberikan kepala daerah atau kepolisian setempat?. Karena ada 11 pemain dari masing-masing klub, delapan cadangan, manajer, dan pelatihnya berkumpul semua dalam stadion," lanjutnya.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kedua dari kanan). [Laman resmi PSSI]
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kedua dari kanan). [Laman resmi PSSI]

 

Hal yang disampaikan Iriawan diamini oleh Yoyok Sukawi yang merupakan CEO PSIS Semarang. Menggelar pertandingan tanpa penonton akan sulit dilakukan.

Menurutnya, pertandingan membutuhkan keberadaan panitia pelaksana (panpel) yang artinya melibatkan banyak orang. Ini juga berbuntut kepada izin dari kepolisian.

"Harus diakui situasinya sulit untuk merespons usulan tetap menggelar pertandingan tanpa penonton setelah status tanggap darurat akibat penyebaran virus corona berlalu," ujar Yoyok.

"Menjalankan pertandingan tanpa penonton akan berdampak kerugian pada PSSI dan klub karena 80 persen pendanaan didapat dari sponsor dan penjualan tiket. Dalam kondisi ini memang harus dilakukan penghentian keseluruhan olahraga, baik itu dengan penonton maupun tanpa penonton dalam pertandingan," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini