Bolaindonesia

Tak Terima Seto Nurdiantoro Dilepas, Kantor PT PSS 'Ditutup' Suporter

Banner besar dan panjang menyegel kantor PT PSS.

Irwan Febri Rialdi

Kantor PSS Sleman disegel oleh suporter. (Twitter/@S1H_Slemania).
Kantor PSS Sleman disegel oleh suporter. (Twitter/@S1H_Slemania).

Bolatimes.com - Manajemen PSS Sleman mendapatkan 'masalah' setelah tidak mempertahankan Seto Nurdiantoro sebagai pelatih. Kantor PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang berada di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kini ditutup oleh suporter.

Dilansir dari Twitter kelompok suporter Slemania, @S1H_Slemania, Kamis (16/1/2020), terlihat kantor PT PSS ditutupi oleh banner besar dan panjang yang bertuliskan "In Seto We Trust".

Pintu kantor PT PSS pun sampai tidak terlihat. Dengan demikian, para pengurus kemungkinan tidak akan bisa masuk ke kantor tersebut untuk melakukan aktivitas.

"Perjuangan tanpa pergerakan sama dengan niat tanpa usaha. Selamat pagi," tulis Slemania.

Kantor PSS Sleman disegel oleh suporter. (Twitter/@S1H_Slemania).
Kantor PSS Sleman disegel oleh suporter. (Twitter/@S1H_Slemania).

Sebagai informasi, kemarahan suporter PSS Sleman berawal dari keputusan manajemen yang tidak mengontrak kembali Seto Nurdiantoro untuk melatih tim di Liga 1 2020.

Manajemen PSS Sleman justru memperkenalkan pelatih baru, yakni Eduardo Perez asal Spanyol. Perkara ini pun semakin runyam karena akun Twitter resmi PSS mengaku tidak diajak dalam peresmian.

Sementara itu, kelompok suporter PSS lainnya, yakni Brigata Curva Sud (BCS), juga telah melakukan perlawanan dengan menggaungkan #BCSMELAWAN di Twitter. Mereka akan melakukan rapat besar pada Kamis (16/1/2020) malam WIB.

Berita Terkait

Berita Terkini