Bolaindonesia

Dipecat PSSI, Begini Sosok Simon McMenemy di Mata Alberto Goncalves

Beto menilai Simon sejatinya memiliki kemampuan taktik yang bagus.

Rauhanda Riyantama

Penyerang Timnas Indonesia, Alberto 'Beto' Goncalves melakukan selebrasi usai membobol gawang Vanuatu pada laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam. [Suara.com / Muhaimin A UNTUNG]
Penyerang Timnas Indonesia, Alberto 'Beto' Goncalves melakukan selebrasi usai membobol gawang Vanuatu pada laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam. [Suara.com / Muhaimin A UNTUNG]

Bolatimes.com - PSSI resmi mendepak Simon McMenemy dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Kendati demikian, penyerang Alberto Goncalves alias Beto memiliki pandangan tersendiri tentang sosok pria asal Skotlandia tersebut.

Pemain Madura United itu menilai Simon sejatinya memiliki kemampuan taktik yang bagus. Dia juga memuji metode latihan yang diberikan oleh Simon.

Strategi jitu dari Simon terlihat dalam laga Indonesia di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, tetapi hanya pada babak pertama. Terlihat saat Indonesia mengungguli Malaysia, seri dengan Thailand, serta tertinggal 0-1 dari Uni Emirat Arab serta Vietnam.

Setelah itu, pada paruh kedua, taktik itu tidak lagi berjalan mulus. Sebab, para pemain Indonesia kelelahan sehingga Garuda selalu kalah pada empat pertandingan tersebut.

"Pemain terlalu kelelahan. Kondisi kami menurun di babak kedua," kata Beto, seperti dikutip dari Suara.com.

Menurut Beto, Simon juga memiliki cara tersendiri dalam mempererat hubungan antarpemain. Ia memiliki trik yang asyik demi menciptakan suasana yang harmonis.

Pemain Bagus Kahfi (kedua kanan) diberikan pengarahan oleh pelatih timnas senior Simon McMenemy (kanan) dalam sesi latihan timnas senior di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). Striker timnas U-18 Bagus Kahfie diikut sertakan pada pemusatan latihan perdana timnas senior. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Pemain Bagus Kahfi (kedua kanan) diberikan pengarahan oleh pelatih timnas senior Simon McMenemy (kanan) dalam sesi latihan timnas senior di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). Striker timnas U-18 Bagus Kahfie diikut sertakan pada pemusatan latihan perdana timnas senior. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

 

"Dari sisi personal dia sangat baik. Di luar lapangan dia sering membuat aktivitas seperti lomba untuk pemain. Dia hanya kurang beruntung di timnas,” jelas pemain berdarah Brasil itu.

Terkait pemecatan Simon, Beto sendiri menegaskan mendukung penuh siapa pun penggantinya. Keberhasilan Timnas Indonesia di masa depan merupakan hasil dari kerja sama pemain, pelatih, dan semua para pemangku kepentingan sepak bola.

"Kita semua harus semangat dan bekerja keras demi meraih prestasi. Tak ada waktu untuk malas-malasan,” tegas Beto.

PSSI menyatakan akan memutus kontrak Simon setelah laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2020 melawan Malaysia di Kuala Lumpur pada 19 November 2019. Dikontrak untuk bekerja selama dua tahun sejak Januari 2019, Simon dianggap tak becus menangani skuat Garuda.

PSSI pun menyebut sudah ada beberapa kandidat pelatih timnas yang baru. Dua di antaranya adalah pelatih asal Spanyol, Luis Milla dan Shin Tae-Yong dari Korea Selatan.

Berita Terkait

Berita Terkini