Bolaindonesia

Dipimpin Wasit Asal Cina, Media Thailand Takut Kenangan Buruk Ini Terulang

Timnas Thailand punya kenangan buruk terhadap wasit Ma Ning.

Rauhanda Riyantama

Ulasan Siamsport terhadap wasit Ma Ning. (Dok. Siamsport)
Ulasan Siamsport terhadap wasit Ma Ning. (Dok. Siamsport)

Bolatimes.com - Federasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menugaskan wasit asal Cina, Ma Ning, untuk memimpin pertandingan Timnas Indonesia versus Thailand pada laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia, Selasa (10/9/2019).

Ma Ning merupakan wasit berusia 40 tahun yang telah mendapatkan lisensi FIFA sejak 2011. Ia cukup berpengalaman dengan memimpin laga di Liga Champions Asia, Piala Asia, hingga Kualifikasi Piala Dunia.

Namun, keputusan AFC untuk menunjuk Ma Ning ternyata tidak disambut baik oleh media-media di Thailand, seperti Siamsport dan Matichon. Sebab, skuat Gajah Perang selalu bernasib buruk ketika dipimpin wasit asal Cina itu.

Ulasan Siamsport terhadap wasit Ma Ning.
Ulasan Siamsport terhadap wasit Ma Ning.

 

Ulasan media Mathicon terhadap wasit Ma Ning.
Ulasan media Mathicon terhadap wasit Ma Ning.

Pertandingan pertama Thailand dipimpin Ma Ning adalah saat melawan Irak pada Pra-Piala Dunia 2018. Dalam pertandingan yang berlangsung pada 11 Oktober 2016 itu, pasukan Gajah Perang tumbang dengan skor 0-4 gol yang diborong oleh Mohannad Abdul Rahem.

Kekalahan telak itu bahkan diwarnai dengan satu kartu merah. Bek Timnas Thailand, Koravit Namwiset, diusir sang wasit dari lapangan pada menit ke-69, lantaran dinilai melakukan pelanggaran berat.

Tiga tahun berselang, Thailand kembali dipimpin oleh Ma Ning saat menghadapi Timnas Uruguay dalam turnamen China Cup 2019. Pada laga itu, Thailand menelan kekalahan serupa, yakni 0-4, lewat gol Matias Vecino, Gaston Pereiro, Cristhian Stuani, dan Maxi Gomez.

Patut dinantikan apakah keapesan Thailand bersama Ma Ning akan berlanjut ketika menghadapi Timnas Indonesia. Ma Ning nantinya akan bertugas bersama Shi Xiang (asisten wasit 1/Cina), Cao Yi (asisten wasit 2/Cina), Abo Yehya Hussein (ofisial keempat/Libanon).

Berita Terkait

Berita Terkini