Bolaindonesia

Diputus Kontrak Borneo FC, Fabio Lopez Buka-bukaan di Media Sosial

Fabio Lopez menyebutkan beberapa kendala ketika menangani Borneo FC.

Rauhanda Riyantama | Irwan Febri Rialdi

Mantan pelatih Borneo FC, fabio Lopez. (Dok. Borneo FC)
Mantan pelatih Borneo FC, fabio Lopez. (Dok. Borneo FC)

Bolatimes.com - Pelatih asal Italia, Fabio Lopez, akhirnya buka suara terkait keputusan Borneo FC dalam memberhentikan dirinya sebagai pelatih pada Senin (9/4/2019) lalu. Setelah enam hari berlalu, ia menceritakan apa yang dirinya rasakan melalui akun Instagram pribadi.

Fabio Lopez terpaksa dipecat oleh manajemen Borneo FC setelah serangkaian hasil buruk di Piala Presiden 2019. Borneo FC gagal total di ajang turnamen pra-musim tersebut. Berada di Grup D bersama Persija Jakarta, Madura United, dan PSS Sleman, pasukan Pesut Etam tenggelam di dasar klasemen tanpa sekalipun meriah kemenangan.

Pelatih 45 tahun itu menerima sepenuh apa yang telah diputuskan oleh klub. Ia juga berterima kasih terhadap suporter Borneo FC yang menunjukkan rasa peduli kepada dirinya.

Namun, ada beberapa kritik yang tersirat dari pesan Fabio Lopez untuk manajemen Pesut Etam. Ia menyinggung beberapa kekurangan dalam pengelolaan tim Borneo FC, mulai dari ide, kurang profesionalnya manajer tim, hingga keputusan pelatih yang turut dicampuri.

Andai perkerjaan pelatih sudah mulai tidak nyaman dan berjalan tak seperti seharusnya, mengakhiri kerja sama dirasa Fabio Lopez sebagai keputusan yang terbaik.

"Saya berterima kasih kepada semua penggemar yang telah menunjukkan kasih sayang dan rasa hormat kepada saya hari ini. Dalam sepak bola, Anda harus menjadi profesional yang serius dan klub harus memiliki ide yang jelas tentang apa yang mereka inginkan," tulis Fabio Lopez.

"Kadang-kadang kurangnya pengalaman beberapa manajer membuat pekerjaan para pelatih tidak nyaman. Pelatih harus memiliki waktu untuk merencanakan dan membangun tim dengan dukungan klub. Tidak seorang pun di klub yang harus memengaruhi keputusan pelatih, dalam hal ini hal yang benar adalah mengakhiri kolaborasi," lanjutnya.

"Setiap orang, tanpa kecuali, harus mengikuti ide-ide pelatih, maka waktu akan menunjukkan hasil dan kemudian pekerjaan yang dilakukan oleh pelatih dapat dinilai, tetapi ketika kondisi yang dibutuhkan oleh pelatih tidak didukung, tidak ada yang bisa menilai. Semoga Sukses untuk Borneo FC dan terima kasih untuk suporter," tutup pelatih lisensi UEFA Pro tersebut.

Selepas memutus kontrak dengan Fabio Lopez, Borneo FC tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari sosok pengganti. Mario Gomez yang musim lalu menangani Persib Bandung langsung digaet untuk mendongkrak prestasi tim Pesut Etam di Liga 1 2019.

Berita Terkait

Berita Terkini