Bolaindonesia

Siap Menang, Persebaya Ibaratkan Laga Lawan Arema sebagai Jihad

Persebaya dan Arema FC akan saling sikat untuk juarai Piala Presiden 2019.

Rauhanda Riyantama | Irwan Febri Rialdi

Para pemain Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan timnya lolos ke final Piala Presiden 2019. (Instagram/officialpersebaya)
Para pemain Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan timnya lolos ke final Piala Presiden 2019. (Instagram/officialpersebaya)

Bolatimes.com - Persebaya Surabaya akan menjamu Arema FC pada leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (9/4/2019). Bermain di hadapan puluhan ribu suporter sendiri, skuat Bajul Ijo bertekad meraih kemenangan.

Apalagi Persebaya dan Arema FC adalah dua tim yang memiliki rivalitas yang cukup panas dalam sejarah sepak bola Indonesia. Faktor tersebut diprediksi akan memanaskan suasana kedua tim untuk bertarung habis-habisan di lapangan.

Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, menerangkan bahwa anak asuhnya dalam kondisi siap tempur. Ia pun mengibaratkan laga tersebut sebagai jihad dan menegaskan jika target utama skuat Bakol Ijo hanyalah kemenangan.

"Ini kandang kami. Menang, berapa pun skornya. Harus main seperti apa? Ngeyel, ngosek, seperti ciri khas kami selama ini. Bagi kami ini ibarat jihad, harus dilakoni dengan segenap jiwa raga," kata Bejo di laman resmi klub.

Di sisi lain, Bejo menyadari Arema FC bukanlah lawan yang mudah. Terbukti dalam tiga laga terakhir, tim asuhan Milomir Seslija itu selalu meraih kemenangan dengan memasukan 10 gol dan hanya sekali kebobolan.

Namun, catatan itu tidak membuat Hansamu Yama dan kolega merasa gentar. Ia mengaku tim pelatih Persebaya sudah mempelajari permaminan Hamka Hamzah cs.

"Tapi itu kami tidak membuat kami gentar. Kami sudah mempelajari bagaimana mereka bermain, dan kami sudah tahu jawabannya," legenda yang mengantarkan Persebaya dua kali juara Liga Indonesia itu.

Pertarungan final Piala Presiden 2019 antara Persebaya vs Arema FC merupakan sejarah baru dalam sepak bola Indonesia. Sejak pertama kali dihelat pada 2015, turnamen pra-musim ini baru pertama kalinya mempertemukan dua tim dari provinsi yang sama di laga puncak.

Berita Terkait

Berita Terkini