Bolaindonesia

Derby Jatim di Final Piala Presiden 2019 Jadi Barometer Sepak Bola Nasional

Duel klasik tersebut bakal tersaji dalam dua leg.

Rauhanda Riyantama

Aksi pemain Arema FC saat pesta gol ke gawang Persita Tangerang di laga ketiga Grup E Piala Presiden 2019, Rabu (13/3/2019). [@aremafcofficial / Instagram]
Aksi pemain Arema FC saat pesta gol ke gawang Persita Tangerang di laga ketiga Grup E Piala Presiden 2019, Rabu (13/3/2019). [@aremafcofficial / Instagram]

Bolatimes.com - Arema FC dipastikan bakal bersua Persebaya Surabaya dalam partai final Piala Presiden 2019. Kedua tim berhak lolos setelah sukses menghempaskan lawannya masing-masing dalam laga semifinal beberapa hari yang lalu.

Duel klasik tersebut bakal tersaji dalam dua leg. Pertandingan pertama rencananya akan dilangsungkan di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4/2019), sementara leg kedua akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tiga hari berselang.

Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2017, ini merupakan derby Jawa Timur pertama di gelaran Piala Presiden. Hebatnya lagi, ada tiga tim asal Jawa Timur yang sukses melenggang hingga ke babak empat besar pada turnamen kali ini, satu lagi yakni Madura United.

Arema FC pun memandang sisi positif pertemuan dengan Persebaya Surabaya dalam laga final Piala Presiden 2019. Tim Singo Edan melihat bahwa barometer sepak bola Indonesia saat ini adalah Jawa Timur.

''Mari jadikan momentum bahwa Jawa Timur adalah barometer sepak bola Indonesia. Pertemuan klasik Arema FC dan Persebaya jangan hanya dilihat dari sisi bahayanya, tapi dari sisi prestasi kedua tim,'' ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji, seperti dilansir dari laman resmi Arema FC.

Selama ini pertemuan kedua tim memang selalu identik dengan antusias tinggi suporter. Baik saat pertandingan diadakan di kandang Persebaya Surabaya atau di markas Arema FC.

''Piala Presiden ini membuktikan menjadi ajang bergengsi yang mengundang animo besar suporter, karena itu sorotan prestasi kedua tim penting daripada yang lainnya,'' tandas Sudarmaji.

Pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya (kir) berebut bola dengan pemain Tira Persikabo Parfait Louis Essengue (kedua kiri) saat pertandingan Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019). Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Tira Persikabo berakhir seri dengan skor 0-0. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama)
Pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya (kir) berebut bola dengan pemain Tira Persikabo Parfait Louis Essengue (kedua kiri) saat pertandingan Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019). Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Tira Persikabo berakhir seri dengan skor 0-0. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama)

 

Di sisi lain, pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurjaman alias Djanur, menegaskan bahwa keberhasilan anak asuhnya tersebut tak terlepas dari kekuatan mental. Terbukti, Hansamu Yama dan kolega berhasil bangkit meski beberapa kali sempat tertinggal.

''Mentalnya sudah mulai kelihatan, mulai dari Bandung. Ketinggalan bisa terbalas. Selalu seperti itu. Sudah tiga pertandingan saya lihat. Artinya mereka sudah memiliki mental yang cukup kuat,'' ungkap Djanur, seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

Berita Terkait

Berita Terkini