Bolaindonesia

Akui Gugup Saat Lawan India, Ini Cara Rendy Mengatasinya

Mengikuti instruksi pelatih adalah salah satu cara Rendy Juliansyah mengatasi demam panggung ketika bermain melawan India di Piala Asia U-16.

Stephanus Aranditio | Andiarsa Nata

Penyerang Timnas Indonesia U-16, Rendy Juliansyah (@rendyjuliansyah___/Instagram)
Penyerang Timnas Indonesia U-16, Rendy Juliansyah (@rendyjuliansyah___/Instagram)

Bolatimes.com - Penyerang Timnas Indonesia U-16, Rendy Juliansyah mengungkapkan cara dirinya mengatasi demam panggung saat pertama kali diturunakan oleh pelatih Fakhri Husaini saat melawan India di Piala Asia U-16. Rendy mengakui bahwa dirinya saat itu memang merasa sangat gugup.

Nama Rendy Juliansyah mendadak menjadi perbincangan hangat sepak bola tanah air saat bermain apik di Piala AFF U-16 2018. Selain memiliki wajah yang tampan, kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar juga membuatnya menjadi pilihan utama di skuat Fakhri Husaini.

Kendati bermain apik di Piala AFF U-16, tapi ketika Timnas Indonesia U-16 menjalani laga babak penyisihan grup di ajang Piala Asia U-16, Rendy belum diturunkan oleh Fakhri Husaini hingga dua laga babak penyisihan Grup C.

Saat melawan India di laga terakhir babak penyihsan Grup C lah Rendy akhirnya diturunkan. Pemain berusia 16 tahun itu masuk pada menit 72 menggantikan Amiruddin Bagus Kahfi.

Rendy Juliansyah pun mengaku merasa gugup saat pertama kali diturunkan. Jantungnya berdegup kencang karena untuk pertama kalinya bermain di ajang Piala Asia.

Rendy Juliansyah saat diturunkan melawan India di Piala Asia U-16 (Sumber: PSSI)
Rendy Juliansyah saat diturunkan melawan India di Piala Asia U-16 (Sumber: PSSI)

 

Namun, hal tersebut dapat diatasi Rendy. Seperti yang dilansir dari laman resmi PSSI, Rendy membeberkan cara dirinya mengatasi demam panggung usai ia menjalani latihan di Lapangan Sepak Bola Persada Plus, Jumat pagi (28/9/2018).

''Awal masuk ke lapangan saya merasa gugup, jantung ini berdegup kencang karena memang saya baru pertama kali debut bermain di ajang Piala Asia. Tapi saya mencoba ikuti instruksi pelatih agar memikirkan hal-hal menarik, memori yang membuat saya gembira dan cerita lucu lainnya. Itulah yang membuat saya lebih tenang di lapangan, tidak sering kehilangan bola,'' beber Rendy Juliansyah.

''Saya percaya, teman-teman pasti akan membantu saya bermain di atas lapangan. Karena kami ini satu tim dan kami saling membutuhkan satu dengan yang lain. Ini juga yang membuat tim kami bisa kompak sejauh ini,'' tambahnya melanjutkan.

Setelah lolos ke babak perempat final, skuat Garuda Asia akan bersua dengan Australia. Rendy pun menegaskan bahwa ia dan teman-temannya telah sepakat untuk fokus pada pertandingan dan mencuri kemenangan.

''Kami akan mencoba curi kemenangan. Saya dan teman-teman sepakat untuk konsentrasi penuh terhadap pertandingan berikutnya. Abaikan semua pujian dan hujatan, tapi tetap mengambil hikmah dan saran dari semua pihak untuk perbaikan kami. Kami bukan apa-apa, seperti kata pelatih, kami ini baru calon bintang. Dan saya tidak pernah merasa sebagai bintang di tim ini,'' tandasnya menutup.

Australia akan bersua dengan Timnas Indonesia U-16 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia pada hari Senin (1/10/2018). Hasil dari pertandingan ini nantinya akan menentukan siapa yang akan menjadi calon kontestan di Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung tahun 2019 di Peru.

Berita Terkait

Berita Terkini