Bolaindonesia

3 Kunci Kemenangan Timnas Indonesia atas Mauritius

Indonesia bermain sabar dan tak mudah kehilangan bola.

Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi

Timnas Indonesia vs Mauritius. (Dok. PSSI).
Timnas Indonesia vs Mauritius. (Dok. PSSI).

Bolatimes.com - Timnas Indonesia berhasil menang 1-0 atas Mauritius pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa (11/9/2018). Pada laga itu, Evan Dimas menjadi pahlawan kemenangan skuat Garuda atas gol semata wayang.

Skuat Garuda tampil menekan sejak awal pertandingan. Berbagai serangan dilancarkan oleh Boaz Solossa dan kolega, akan tetapi skor 0-0 tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Gol kemenangan Timnas Indonesia lahir pada babak kedua, bahkan dua menit menjelang waktu bubar. Evan Dimas berhasil menjadi juru selamat setelah memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Deik Setiawan yang masuk sebagai pemain pengganti. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta dan membuat Indonesia menang 1-0 atas Mauritius.

Evan Dimnas (kanan) mencetak gol satu-satunya Indonesia ke gawang Mauritius. (Dok. PSSI).
Evan Dimnas (kanan) mencetak gol satu-satunya Indonesia ke gawang Mauritius. (Dok. PSSI).

Lantas, apa yang membuat Indonesia mampu menumbangkan Mauritius? berikut Bolatimes meranyajikan tiga kunci kemenangan skuat Garuda atas negara asal Afrika tersebut.

1. Menguasai pertandingan

Timnas Indonesia tampil dominan saat menghadapi Mauritius. Selama 2x45 menit, skuat Garuda tampak lebih menguasai jalannya pertandingan.

Berbagai variasi serangan yang dilancarkan oleh Evan Dimas cs dari sisi sayap dan umpan-umpan tusukan membuat Mauritius lebih banyak menunggu di daerah pertahanan.

Secara statistik, Labbola mencatatkan Indonesia unggul 67 persen penguasaan bola berbanding 22 persen Mauritius.

2. Bermain sabar

Permainan Mauritius yang lebih sering berada di daerah pertahanan membuat Timnas Indonesia lebih sabar. Skuat Garuda tak mau terburu-buru untuk kehilangan bola.

Kesabaran Timnas Indonesia membuat Mauritus dalam tekanan. Hal itu turut diakui pelatih lawan, Francisco Filho.

“Indonesia memainkan sepak bola modern dengan serangan yang cepat. Tim tuan rumah juga cukup solid di barisan tengah dan belakang,” kata Filho di laman PSSI.

“Pemain Indonesia tak mau lama-lama kehilangan bola dan kami dalam tekanan,” imbuhnya.

Hal senaga juga disampaikan asisten pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Ia memuji kesabaran para pemain dalam membongkar pertahanan lawan.

“Untungnya para pemain tetap sabar dan tidak terpancing untuk main bola panjang. Tim tetap memainkan strategi umpan-umpan pendek untuk membongkar pertahanan lawan,” ujar Kurniawan.

3. Terus menekan

Timnas Indonesia boleh dibilang layak atas kemenangan 1-0 atas Mauritius. Berbagai peluang diciptakan hingga membuat kiper Mauritius jatuh bangun.

Skuat Garuda juga aktif menyerang dengan 10 percobaan tembakan ke gawang. Dari sejumlah tersebut, tujuh di antaranya tepat sasaran dan berbuah satu gol.

Sementara itu, Mauritius memang minim melakukan serangan. Sepanjang pertandingan, anak asuh Francisco Filho hanya mampu melesatkan enam percobaan tendangan ke gawang, itu pun tiga di antaranya tak tepat sasaran.

loading...

Berita Terkait

Berita Terkini