Bolaindonesia

Sosok Eks Pemain Persib di Balik Kekalahan Persija di Piala AFC

Dia adalah Shahril Ishak, selama satu musim ia berseragam Persib Bandung di era ISL musim 2011.

Galih Priatmojo | Irwan Febri Rialdi

Shahril Ishak. (Sumber: Instagram/@thenumberseventeen).
Shahril Ishak. (Sumber: Instagram/@thenumberseventeen).

Bolatimes.com - Persija Jakarta kini telah tersingkir di Piala AFC 2018. Mereka harus mengakui dua kali keunggulan Home United di semifinal Zona ASEAN.

Pada leg pertama di Jalan Besar Stadium, pasukan Stefano Cugurra kalah tipis 2-3. Tiga gol Home United disebabkan bunuh diri Maman Abdurrahman pada menit ke-2, Song Ui-Yong (9') dan Hafiz Nor (79'). Sementara itu dua gol balasan Persija dicetak Ramdani Lestaluhu (32', 49').

Hasil tersebut membuat Persija hanya perlu menang 1-0 untuk bisa melaju ke babak selanjutnya atau final Zona ASEAN. Sebaliknya, hasil imbang cukup membawa Home United melangkah lebih jauh.

Optimisme tinggi berada di tubuh Persija, pasalnya mereka melawan Home United di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK). Di sana Ismed Sofyan dan kolega mendapat dukungan luar biasa dari suporter setia, The Jakmania.

Sebagai pengalaman, raksasa Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT) dibuat kelimpungan ketika dihadapkan pemain ke-12 Persija. Saat itu skuat Macan Kemayoran pulangkan JDT dengan skor telak 4-0. Dengan sejarah manis itu, wajar rasanya jika kemenangan 1-0 dirasakan sangat mungkin.

Namun, malam tadi semua berakhir antiklimaks. Alih-alih menang, Persija justru kembali kalah dari Home United, bahkan lebih telak.

Skuat berjuluk Para Pelindung itu berhasil menang 3-1 sekaligus menguburkan mimpi Persija Jakarta di Piala AFC 2018.

Dari kekalahan Persija tersebut, perhatian sangat cocok disematkan untuk mantan Persib Bandung di skuat Home United, Shahril Ishak.

Bagaimana tidak, pemain asli Singapura itu berhasil membobol dua gol langsung ke gawang Persija kawalan Rizky Darmawan.

Gol pertama Shahril ciptakan melalui blunder Rizky, tangkapan kurang sempurna dari kiper 24 tahun itu berhasil dimanfaatkan untuk membawa Home United unggul cepat pada menit enam.

Persija sempat membalas melalui penyerang andalannya Marko Simic, tetapi Shahril kembali membawa Home United unggul.

Mendapat hadiah penalti menysul pada menit ke-10, sepakan pemain 34 tahun itu sebenarnya mampu ditepis oleh Rizky. Namun, bola muntah berhasil kembali diceploskan Shahril untuk menjadi sebuah gol.

Lalu, Song Ui-young melengkapi kemenangan Home United dengan tandukan keras pada menit akhir babak pertama.

Terkait Shahril Ishak, pemain terbaik malam itu tentu bukan wajah asing bagi publik sepak bola Indonesia.

Shahril Ishak. (Sumber: Simamaung.com).

Shahril Ishak saat berseragam Persib Bandung. (Sumber: Dok. Simamaung.com).

Ia sempat bermain di kompetisi Tanah Air bersama Persib Bandung, rival abadi dari Persija Jakarta. Selama satu musim ia berseragam biru kota Kembang pada 2011. Pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang serang atau penyerang itu berhasil menyumbang delapan gol dan mengantar Persib finis di posisi tujuh di ISL 2011.

Bahkan, saat itu pula ia bermain dengan bek andalan Persija, Maman Abdurrahman yang dulu juga satu tim dengan Shahril Ishak di skuat Maung Bandung.

Shahril Ishak. (Sumber: Simamaung.com).

Shahril Ishak (tiga dari kiri) dan Maman Abdurrahman (dua dari kanan) saat berseragam Persib Bandung. (Sumber: Dok. Simamaung.com).

Shahril hanya satu musim bersama Persib Bandung. Selanjutnya ia sempat bergabung Medan Chiefs di Liga Primer Indonesia, di era dualisme PSSI. Namun, lantaran PSSI dibekukan oleh FIFA, Shahril meninggalkan Indonesia dan pulang ke Singapura.

Pemain Timnas Singapura itu sempat membela Singapore Lions XII dan Warriors sebelum pada akhirnya ia kembali ke klub lamanya, Home United.

 

Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi

Berita Terkait

Berita Terkini