Boladunia

Banyak Pemain Malaysia Tolak Gabung Timnas Jelang Piala AFF 2022, Kim Pan-gon Curhat Begini

Kim Pan-gon pertama kali mengalami kondisi seperti ini.

Arif Budi Setyanto

Kim Pan-gon saat masih jadi petinggi Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA). [AFP]
Kim Pan-gon saat masih jadi petinggi Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA). [AFP]

Bolatimes.com - Kim Pan-gon harus putar otak karena banyak pemain Malaysia yang menolak gabung ke timnas jelang Piala AFF 2022. Alasan penolakan itu memang berbeda karena cedera, pribadi, hingga klub tidak melepas karena turnamen ini tak masuk jadwal resmi FIFA.

Jelang Piala AFF 2022, Kim Pan-gon berusaha memanggil pemain-pemain terbaiknya seperti ia membawa Harimau Malaya lolos ke Piala Asia 2023.

Akan tetapi, di Piala AFF 2022 ia harus kehilangan banyak pemainnya yang menolak bergabung. Ada 11 pemain JDT serta satu bintang Sri Pahang FC yang ogah memenuhi panggilan.

Bahkan ada dua pemain lagi yang memutuskan untuk mundur darit timnas Malaysia ketika Kim Pan-gon menggelar sesi latihan perdana.

Susahnya pelatih asal Korea Selatan untuk memanggil pemain terbaik Malaysia, membuatnya blak-blakan mengungkapkan isi hatinya.

Pertandingan Thailand vs Malaysia di Kings Cup 2022. (Instagram/famalaysia)
Pertandingan Thailand vs Malaysia di Kings Cup 2022. (Instagram/famalaysia)

"Ya, dalam karier saya ini pertama kali (pemain utama ramai menarik diri). Saya perlu positif, saya boleh lihat lebih banyak pemain yang sudih kita amatai bakatnya dan saya bisa melihat mereka langsung, membantu, serta meyakinkan mereka," ucap Kim Pan-gon dikutip dari makanbola, Kamis (1/12/2022).

Lebih lanjut, pelatih berusia 42 tahun ini menegaskan akan positif, meski tidak diperkuat pemain utama Harimau Malaya di Piala AFF 2022.

"Kami bisa memperluas (panggilan pemusatan latihan) kepada pemain lain, dan akan lebih banyak persaingan dalam timnas. Jadi, saya mahu ambil positifnya," imbuhnya.

Adapun Malaysia bakal menghadapi Vietnam, Myanmar, Singapura, serta Laos. Di grup lainnya, ada timnas Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

Berita Terkait

Berita Terkini