Boladunia

3 Alasan Rusia akan Diterima sebagai Anggota Baru AFC, Salah Satunya Faktor Geografis

Tak dipungkiri, lokasi Rusia memang sangat dekat dengan Asia

Irwan Febri Rialdi

Pemain Rusia, Fedor Smolov berebut bola dengan pemain Arab Saudi Salem Al-Dawsari di laga perdana Grup A Piala Dunia 2018, Kamis (14/6/2018) [AFP]
Pemain Rusia, Fedor Smolov berebut bola dengan pemain Arab Saudi Salem Al-Dawsari di laga perdana Grup A Piala Dunia 2018, Kamis (14/6/2018) [AFP]

Bolatimes.com - Rencana Federasi Sepak Bola Rusia (RFU) untuk bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tampaknya memiliki kemungkinan untuk terwujud.

Setidaknya, ada beberapa alasan kuat, terutama yang berkaitan dengan aspek politis, yang akan memuluskan upaya Presiden RFU, Aleksandr Dyukov, saat ini tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan AFC.

Sebelumnya, Rusia sempat dilarang FIFA melanjutkan perjuangannya di fase play-off Piala Dunia 2022. UEFA juga menjatuhkan hukuman bagi klub-klub Rusia untuk tampil di kompetisi Eropa.

Aleksandar Dyukov mengatakan, saat ini peluang untuk bergabung dengan AFC adalah salah satu kesempatan yang harus dipertimbangkan RFU.

“Beberapa bulan lalu, saya mengatakan ide untuk gabung AFC terlalu dini. Namun, sekarang merupakan kesempatan yang harus kami pertimbangkan,” kata Aleksandr Dyukov dikutip dari The Thao 247.

Berikut Bolatimes.com menyajikan tiga alasan yang membuat Federasi Sepak Bola Rusia (RFU) akan diterima sebagai anggota baru AFC.

1. Faktor Geografis

Salah satu faktor yang bakal menentukan keberhasilan RFU untuk mengajukan diri sebagai anggota AFC ialah karena alasan geografis. 

Rusia memang berstatus sebagai negara Eropa, tetapi wilayahnya paling dekat dengan Asia. Mereka berada di area utara dan sisi selatannya berbatasan langsung dengan Benua Kuning.

Beberapa negara yang berbatasan ini ialah Kazakhstan, Republik Rakyat Tiongkok, Mongolia, hingga Korea Utara.

Faktor kedekatan secara geografis ini tentu saja tidak akan menyulitkan bagi Rusia untuk bergabung dengan AFC karena lokasinya yang cukup dekat.

2. Banyak Negara Asia yang Netral

Selanjutnya, ada beberapa negara Asia yang secara sikap terhitung netral dalam menanggapi invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina.

Negara-negara di teluk Arab yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam pusaran kekuasaan di AFC tidak banyak yang berkonflik dengan Rusia.

Namun, Rusia tetap harus menghadapi sejumlah negara-negara yang bertentangan dengan aksi invasinya tersebut, mulai dari Korea Selatan, Jepang, Taiwan, hingga Singapura.

3. Mulai Dekat dengan Negara Asia Tengah

Bagaimanapun juga, faktor diplomasi politik akan menjadi salah satu kunci keberhasilan Rusia menggalang dukungan dari negara-negara Asia untuk bergabung ke AFC.

Hal itu setidaknya akan terbantu dengan upaya Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang ingin menjalin kerja sama dengan negara-negara Asia Tengah.

Yang terbaru, Putin sempat berjumpa dengan Presiden China, Xi Jinping, sebagai salah satu kekuatan politik yang cukup kuat di kawasan Benua Kuning.

Hubungan baik ini akan terus meningkatkan pengaruh geopolitik Rusia yang sudah dekat dengan negara Asia Tengah lainnya seperti Kazakhstan dan Uzbekistan.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini