Boladunia

Legenda Brasil Soroti Tragedi Kanjuruhan: Kekerasan Tak Cocok dengan Olahraga

Legenda Brasil belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan.

Husna Rahmayunita

Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (ANTARA/Vicki Febrianto)
Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Bolatimes.com - Legenda Timnas Brasil Pele buka suara terkait Tragedi Kanjuruhan di Indonesia. Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

Pele menyesalkan Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) yang memakan ratusan korban jiwa.

"Akhir pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Setidaknya ada 32 anak-anak, di antara 125 orang tewas," tulisnya lewat akun Instagram @pele, Selasa (4/10/2022)

"Saya berharap banyak kedamaian dan cinta untuk seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Dalam postingan itu, pria bernama asli Edson Arantes do Nascimento tersebut menekankan esensi yang sepak bola sebenarnya. Ia mengecam kekerasan yang terjadi.

"Kekerasan tidak cocok dengan olahraga. Tidak ada rasa sakit kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kita kepada sesama kita. Olahraga harus selalu menjadi cinta," sambungnya.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang, Jawa Timur saat lanjutan Liga 1 2022/2022 menyita perhatian dunia. Insiden tersebut pecah usai Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Hasil itu memanting kemarahan Aremania yang datang ke stadion. Sejumlah pendukung masuk ke lapangan, mendekat ke pemain.

Akibatnya, polisi langsung menembakkan gas air mata untuk mengurai massa. Sayang, asap dari gas air mata justru memenuhi tribune tempat Aremania yang tidak ikut melakukan protes.

Gas air mata itu diduga menjadi salah satu penyebab banyaknya korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan.

Polisi mengungkapkan total korban akibat tragedi tersebut hingga Senin (3/10/2022) mencapai 455 orang, di mana 125 di antaranya meninggal dunia.

Berita Terkait

Berita Terkini