Boladunia

Media Vietnam Bongkar Kelemahan Timnasnya Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2023

Vietnam U-19 tidak sempurna karena masih punya kelemahan.

Arif Budi Setyanto

Timnas Vietnam U-19. (Dok.VFF)
Timnas Vietnam U-19. (Dok.VFF)

Bolatimes.com - Media Vietnam menyoroti bahwa timnasnya masih belum sempurna jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2023. Setidaknya ada dua kelemahan utama yang dihadapi tim asuhan Dinh The Nam.

Vietnam U-19 akan menjalani salah satu lawan timnas Indonesia di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023. Selain itu ada dua negara lain, yaitu Hong Kong dan Timor Leste yang siap menghadang laju dua tim unggulan ini.

Jelang bergulirnya Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 ini, media Vietnam membuat laporan anak asuh Dinh The Nam menemui masalah. Pertama adalah perjalanan ke Indonesia yang memakan waktu.

Vietnam U-19 dikabarkan tiba di Surabaya pukul 20.00. Hal itu membuat para pemain tidak bisa langsung menggelar latihan.

Otomatis tim junior Golden Star Warriors hanya punya satu hari untuk mempersiapkan pertandingan menghadapi Hong Kong pada 14 September 2022.

"Karena seharian beraktivitas, Vietnam tidak bisa berlatih hari ini. Artinya pasukan Dinh The Nam hanya punya satu sesi latihan untuk membiasakan diri dengan kondisi cuaca Surabaya pada 13 September 2022 karena mereka harus bertanding keesokan harinya bertemu Hong Kong," tulis laporan Bongda Plus dikutip Senin (12/9/2022).

Timnas Vietnam U-19 memble saat uji coba melawan Palestina (Zoha)
Timnas Vietnam U-19 memble saat uji coba melawan Palestina (Zoha)

Lalu masalah yang kedua adalah perbedaan antara pemain. Sebagaimana diketahui Dinh The Nam hanya memasukkan 11 nama lawas di Vietnam U-19.

Kemudian sisanya adalah pemain baru yang mendapatkan panggilan belum lama ini. Meski sebelumnya berhasil menang ketika menghadapi Palestina, media Vietnam masih ragu dengan kekompakan para pemain.

"Masalah yang tersisa adalah integrasi dan saling pengertian antara para pemain yang sudah berlatih sejak lama dan sejumlah pilah yang baru dipanggil lebih dari seminggu yang lalu," pungkas laporan itu.

Berita Terkait

Berita Terkini