Boladunia

Profil Jamal Bhuyan, Pemain Kelahiran Eropa yang Jadi Kapten Timnas Bangladesh

Jamal Bhuyan menjadi salah satu pemain yang perlu diwaspadai para pemain Indonesia

Irwan Febri Rialdi

Pelatih tim nasional Bangladesh Javier Cabrera (kiri) dan gelandang Jamal Bhuyan memberikan keterangan kepada pewarta dalam konferensi pers sebelum pertandingan persahabatan FIFA kontra Indonesia di Bandung, Selasa (31/5/2022). (Antara/Michael Siahaan)
Pelatih tim nasional Bangladesh Javier Cabrera (kiri) dan gelandang Jamal Bhuyan memberikan keterangan kepada pewarta dalam konferensi pers sebelum pertandingan persahabatan FIFA kontra Indonesia di Bandung, Selasa (31/5/2022). (Antara/Michael Siahaan)

Bolatimes.com - Jamal Bhuyan menjadi salah satu pemain timnas Bangladesh yang sudah sepatutnya diantisipasi timnas Indonesia saat kedua tim berjumpa pada laga FIFA Matchday.

Sebab, Jamal Bhuyan merupakan salah satu pemain senior di skuad timnas Bangladesh yang memiliki jam terbang tinggi di level internasional.

Saat ini, Jamal Bhuyan juga berstatus sebagai kapten timnas Bangladesh. Ia akan memimpin rekan-rekannya menghadapi timnas Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (1/6/2022).

"Saya yakin tim kami bisa menyaingi Indonesia dan memberikan performa terbaik," tuturnya dalam konferensi pers, Selasa (30/6/2022).

"Sudah 14 tahun sejak terakhir kali kami bertemu Indonesia. Ini tentu akan menjadi pengalaman bagus bagi kami sebagai pemain," katanya.

Apabila melihat rekam jejaknya, maka tak berlebihan apabila Jamal Bhuyan menjadi salah satu pemain berkualitas yang dimiliki skuad Bengal Tigers saat ini.

Profil Jamal Bhuyan

Jamal Bhuyan merupakan pesepak bola keturunan yang saat ini menjadi kapten timnas Bangladesh. Pemain berusia 32 tahun ini lahir di Copenhagen, Denmark, pada 10 April 1990.

Pemain yang memiliki nama lengkap Jamal Harris Bhuyan ini dilahirkan di sebuah kota bernama Glostrup. Kedua orang tuanya bermigrasi ke Kenya dari India pada akhir 1960-an.

Pada usia 15 tahun, Jamal mulai bermain sepak bola bersama klub asal Denmark, Brondby IF. Di sana, ia menimba ilmu dan mengasah bakatnya. Setelah itu, dia sempat direkrut oleh FC Copenhagen.

Debutnya di level profesional baru tercipta pada musim 2009/2010 saat memperkuat Hellerp. Di sana, pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini bermain selama tiga musim.

Setelah itu, ia sempat beberapa kali memperkuat klub Liga Denmark seperti BK Avarta (2012/2013 dan Avedore IF (2013/2014), sebelum akhirnya pergi ke tanah kelahiran nenek moyangnya di Bangladesh.

Klub Liga Primer Bangladesh pertama yang menggunakan jasanya ialah Sheikh Jamal Dhanmondi. Di sana, ia bermain selama 2014-2016 dan mempersembahkan tiga gelar juara.

Beberapa gelar juara yang diraih bersama Sheikh Jamal ialah kampiun Bangladesh Premier League 2015, Federation Cup 2014/2015, dan Kings Cup 2014.

Setelah itu, dia sempat bergabung ke Sheikh Russel. Lalu memutuskan pindah ke Saif FC pada 2017/2018, dan menjalani masa pinjaman di Chittagong Abahani pada 2019.

Baru-baru ini, dia sempat bergeser ke Liga India untuk bermain bersama Kolkata Mohammedan dengan status pinjaman selama semusim.

Sementara itu, di level tim nasional, Jamal Bhuyan sudah mencatatkan debut bersama timnas Bangladesh pada 31 Agustus 2013 pada ajang Piala SAFF 2013. Ini adalah ajang regional selayaknya Piala AFF di Asia Tenggara.

Salah satu kiprah impresifnya bersama timnas Bangladesh tercatat ketika ia mencetak gol kemenangan ke gawang Qatar pada Asian Games 2018 di Indonesia.

Gol ini mengantarkan skuad Bengal Tigers melaju ke babak 16 besar Asian Games 2018 untuk pertama kali dalam catatan sejarah.

Kontributor: Muh Adif Setiawan

Berita Terkait

Berita Terkini