Boladunia

Karut Marut Piala Afrika, Salah Putar Lagu Kebangsaan hingga Perang Sipil

Tercatat sudah dua kali salah putar lagu kebangsaan di Piala Afrika 2021.

Rauhanda Riyantama

Maskot Piala Afrika 2021. (Twitter/Independent.co.uk)
Maskot Piala Afrika 2021. (Twitter/Independent.co.uk)

Bolatimes.com - Piala Afrika 2021 terus memunculkan kontroversi. Beberapa di antaranya, panitia pelaksana pertandingan dua kali salah memutar lagu kebangsaan.

Kejadian ini mengacu pada laga Timnas Mauritius vs Gambia yang digelar di Stade de Limbe, Rabu (12/1). Merujuk regulasi pertandingan, kedua kesebelasan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing sebelum laga dimulai

Nah, ketika bagian lagu Mauritius diputar, panitia justru memutar lagu kebangsaan Gambia. Kejadian di atas terulang dua kali.

Puncaknya para pemain Timnas Mauritius harus bernyanyi sendiri tanpa iringan musik. Para pemain Mauritius tampak kesal. Kapten tim, Aboubakar Kamara, terlihat sampai geleng-geleng kepala.

Di akhir laga, sial bagi Mauritania, karena mereka harus berakhir dengan kekalahan. Tim besutan Didier Gomes Da Rosa takluk 0-1 lewat gol semata wayang Ablie Jallow.

Potret pertandingan Mali vs Tunisia di Piala Afrika 2021. (ISSOUF SANOGO / AFP)
Potret pertandingan Mali vs Tunisia di Piala Afrika 2021. (ISSOUF SANOGO / AFP)

Selain itu, kejadian mengerikan berlangsung jelang laga Tunisia vs Mali. Saat kedua tim menjalani sesi latihan pemungkas sebelum laga pada Rabu (12/1/2022) pagi waktu setempat, terjadi kontak tembak antara militer dengan kelompok pemberontak Limbe bernama Ambazonia.

Laporan media-media Kamerun yang dilansir Daily Mail, menyatakan kelompok bersenjata yang ingin memisahkan diri dari Kamerun itu melakukan serangan di Limbe. Itu adalah kota di barat Kamerun, yang mayoritas warganya berbahasa Inggris.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum pertandingan antara Mali dan Tunisia digelar pada sore harinya. Akibatnya, Mali harus menunda sesi pemanasan hingga situasinya normal.

Masih dari lansiran Daily Mail, sebanyak dua orang tewas dalam baku tembak tersebut. Di satu sisi, lima lainnya terluka. Saksi mata menyebut serangan menyasar sebuah pos militer di jalan menuju pusat kota Limbe.

"Mali telah menangguhkan latihannya dan meninggalkan stadion. Dua warga sipil (pria) ditemukan tewas di Pasar Buea Central menyusul baku tembak antara Ambazonia dengan pasukan pemerintah," tulis pernyataan resmi pemerintah setempat.

Ambazonia keberatan dengan penyelenggaraan pertandingan Piala Afrika 2021 di bagian barat negara itu. Mereka telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan sebelumnya mereka juga mengancam akan melakukan kekerasan jika turnamen tetap diselenggarakan di Limbe.

Ambazonia adalah sebuah kelompok bersenjata di Kamerun Barat yang sudah ada sejak 50 tahun lalu. Mereka ingin mendirikan negara merdeka karena merasa didiskriminasi oleh pemerintah pusat.

Itu didasari karena Limbe menggunakan Bahasa Inggris. Sementara Kamerun, pada umumnya, menggunakan Bahasa Prancis.

Kejadian seperti ini bukan pertama terjadi. Hampir setiap edisi Piala Afrika selalu ada masalah. Contohnya, pada 2010 di Angola saat gerilyawan Cabinda menyerang bus yang mengangkut Emmanuel Adebayor dan rekannya-rekannya yang merupakan pemain Togo.

Sementara itu, laga Tunisia vs Mali pada laga penyisihan Grup F Piala Afrika 2021 tetap berlangsung. Duel tersebut dimenangkan Mali dengan skor tipis 1-0 berkat gol Ibrahima Kone.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini