Boladunia

Geram dengan Qatar, Timnas Inggris Diminta Mundur dari Piala Dunia 2022

Timnas Inggris baru saja memastikan kelolosan ke Piala Dunia 2022

Irwan Febri Rialdi

Selebrasi bek Timnas Inggris, Luke Shaw usai cetak gol cepat lawan Italia di final Euro 2020. (FACUNDO ARRIZABALAGA / POOL / AFP)
Selebrasi bek Timnas Inggris, Luke Shaw usai cetak gol cepat lawan Italia di final Euro 2020. (FACUNDO ARRIZABALAGA / POOL / AFP)

Bolatimes.com - Timnas Inggris berhasil merebut satu tiket lolos ke putaran final Piala Dunai 2022 Qatar. Namun, banyak seruan yang meminta skuat Three Lions untuk mundur saja.

Melansir talkSPORT, permintaan agar timnas Inggris mundur dari Piala Dunia 2022 didasari oleh kontroversi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan tuan rumah Qatar.

Qatar dituding telah berbuat curang dan melakukan praktik suap untuk menang bidding. Di sisi lain, kematian dan perlakuan yang diterima pekerja migran dalam membangun stadion juga jadi sorotan.

Mantan pemilik Crystal Palace, Simon Jordan menyebut membiarkan Qatar menggelar Piala Dunia 2022 setelah serangkaian kontroversi yang terjadi sangatlah konyol.

Selain berharap peran organisasi pembela HAM seperti Amnesty Internasional, para pesepak bola juga bisa turut serta memboikot ajang tersebut dengan kapasitas masing-masing.

Salah satu cara paling menohok yang bisa dilakukan pemain disebutnya adalah dengan menyatakan mundur dan tidak ingin tampil di Piala Dunia 2022.

“Jika kita berbicara tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan para pemain ini, jika mereka benar-benar ingin melakukan sesuatu, maka mereka memboikot Piala Dunia dan tidak bermain di dalamnya," kata Simon Jordan.

"Sisanya hanyalah kepura-puraan dan lip service," tambahnya.

Hal senada disampaikan mantan pemain timnas Inggris, Trevor Sinclair. Dia meminta para pemain timnas Inggris untuk vokal menyoroti isu Qatar sebagai tuan rumah kontroversial.

Dia tak bisa membayangkan Piala Dunia 2022 berlangsung di atas mayat-mayat pekerja yang kehilangan nyawa selama pembangunan stadion.

"[Jika saya masih bermain] saya akan berbicara. Saya pikir skuad Inggris di bawah Gareth akan berkumpul, akan membahas ini dan akan menyusun rencana di mana mereka akan melakukannya bersama," tutur Sinclair.

"Saya pikir ada lebih banyak kekuatan jika mereka pergi bersama sebagai satu kesatuan."

“Bagi saya, itu tampil sebagai perbudakan dengan kondisi [para pekerja migran berada]. Saya pikir kematian itu memalukan dan kesehatan dan keselamatan di situs [stadion] tidak cukup baik," tambahnya.

Timnas Inggris berhasil lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2022 Qatar setelah memuncaki klasemen Grup I di babak kualifikasi.

(Suara.com/Arief Apriadi)

Berita Terkait

Berita Terkini