Boladunia

Tak Jadi Beli Man United, Pangeran Arab Segera Ambil Alih Newcastle United

Newcastle United bakal diakuisisi Pangeran Arab Saudi.

Husna Rahmayunita | M Nurhadi

Newcastle United. (LINDSEY PARNABY / AFP)
Newcastle United. (LINDSEY PARNABY / AFP)

Bolatimes.com - Newcastle United digadang-gadang akan menjadi klub sultan baru selepas sahamnya diakuisi oleh konsorium Arab Saudi pimpinan Pangeran Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman sebelumnya dikabarkan tertarik membeli Manchester United beberapa tahun lalu, namun urung lantaran ditolak oleh keluarga Glazer.

Saga pembelian klub Newcastle United sejatinya sudah lama santer terdengar meski akhirnya harus tertunda selama 18 bulan hingga kabar tersebut menguap.

Pemilik sah Newcastle United, Mike Ashley akan mengakhiri saham 80 persen kepemilikannya atas klub selama 14 tahun belakangan setelah menyelesaikan proses jual beli dengan Dana Investasi Publik Arab Saudi atau Public Investment Fund (PIF) yang merupakan milik kerajaan Arab Saudi.

Kesepakatan antara pihak klub, Mike Ashley dengan pihak pembeli kabarnya segera diumumkan dalam waktu dekat.

Menyadur dari Sky Sport Kamis (7/10/2021), pembelian Newcastle United semakin positif dan hanya tinggal menunggu keputusan dari Liga Inggris. Biaya akusisi Newcastle United menelan biaya 300 juta pounds atau Rp 5,8 triliun rupiah.

Sebelumnya, PIF menarik diri dari kesepakatan pada Juli 2020 usai pihak Liga Inggris menemukan adanya saham kerajaan Arab Saudi hingga dikhawatirkan adanya keluarga kerajaan yang menjadi direksi klub.

Chairman PIF, Mohammed bin Salman (MbS) dilaporkan mengaku tertarik untuk mengakusisi Manchester United beberapa tahun lalu sebelum Newcastle United.

Namun, minat itu tidak disambut baik oleh pemilik Setan Merah saat ini, yakni keluarga Glazer yang bersikukuh tidak ingin menjual saham mereka.

Pangeran Mohammed bin Salman juga sempat terganjal dengan tuduhan kasus pelanggaran HAM. Ia diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi serta sejumlah tuduhan pembungkaman kelompok yang kritis pada pemerintahan Arab Saudi.

Tak hanya itu, dikutip dari BeIN Sport, kubu Pangeran Mohammed bin Salman dikabarkan pernah berseteru dengan Qatar terkait pembajakan siaran BeIN yang dilakukan beOUTQ di Arab Saudi.

(Suara.com)

Berita Terkait

Berita Terkini