Boladunia

Kisah Tugay Kerimoglu, Pesepakbola yang Kecanduan Rokok, 20 Batang per Hari

Rokok merupakan musuh bagi para pesepak bola karena bisa merusak pernafasan dan stamina. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Tugay Kerimoglu

Irwan Febri Rialdi

Tugay Kerimoglu ketika berduel dengan Park Ji-sung. (Andrew Yates/AFP)
Tugay Kerimoglu ketika berduel dengan Park Ji-sung. (Andrew Yates/AFP)

Bolatimes.com - Pesepak bola asal Turki, Tugay Kerimoglu, menjadi salah satu pemain yang aktif merokok saat masih berkarier di dunia profesional.

Bahkan, dia terbiasa merokok seperti cerobong asap selama delapan tahun memperkuat klub asal Inggris, Blackburn Rovers.

Tak hanya itu, menurut rekan setimnya, Tugay Kerimoglu juga tetap merokok meskipun beberapa menit menjelang pertandingan digelar.

Pemain timnas Turki yang telah mencatatkan 233 penampilan bersama Blackburn Rovers selama 2001 hingga 2009 itu memang menjadi sosok favorit bagi suporter.

Sebab, Tugay adalah pemain yang lihai memerankan peran di sektor lini tengah saat bermain bersama klub yang berbasis di Ewood Park tersebut.

Mantan rekan setimnya, Matt Jansen, bahkan menyebut bahwa Tugay membuat permainan terlihat mudah meski ia biasa merokok setidaknya 20 batang sehari.

Saat diwawancarai The Athletic, Jansen mengakui bahwa Tugay adalah sosok pemain yang paling cerdas yang pernah ditemuinya sepanjang 19 tahun karier profesionalnya.

“Dia tidak memiliki kecepatan sama sekali dan tidak memiliki stamina yang bagus. Dia hampir tak bisa berbicara sepatah kata pun dalam bahasa Inggris,” kata Jansen kepada The Athletic, dikutip dari SporsBible.

“Dia merokok seperti cerobong asap, setidaknya 20 batang setiap hari. Namun, lihatlah betapa hebatnya dia untuk Blackburn,” ia melanjutkan.

Jansen mengatakan, Tugay merupakan pemain yang sama sekali tak memiliki kemampuan saat berlari atau saat harus berhubungan dengan adu kecepatan. 

Namun demikian, Tugay adalah pemain yang cerdas dalam membaca permainan. Sehingga, dia hampir tak membutuhkan kecepatan saat bertanding. 

“Dia memiliki visi yang luar biasa. Dia adalah pemain yang terbaik dari semua pemain yang pernah bermain dengan saya. Dia sangat berkelas,” ujar Jansen.

Jansen menjelaskan, Tugay adalah sosok pemain yang menjalani hidup seperti yang dia inginkan. Artinya, tak ada gunanya meminta Tugay untuk berhenti merokok.

“Dia akan mencium bau tembakau di ruang ganti sebelumnya. Kemudian, dia akan menjalankan pertunjukan selama 45 menit. Setelah itu, ia akan kembali merokok lagi setelah berakhirnya babak pertama,” ujarnya.

Jansen pun mengisahkan sebuah momen ketika pelatih Blackburn Rovers, Graeme Souness, melihat sekeliling ruang ganti saat jeda pertandingan.

Matanya menyisir satu per satu anak asuhnya. Namun, dia tak menemukan Tugay di dalam ruang ganti. 

Saat pelatih menanyakan keberadaan Tugay, seluruh pemain Blackburn pun melihat ke arah toilet. Lalu, muncul sebuah asap berbentuk cincin yang keluar dari atas bilik.

Kisah lain dari rekan setim Tugay juga diceritakan oleh Aaron Mokoena. Dia sempat berkarier bersama Tugay di Blackburn antara tahun 2005 hingga 2009.

“Tugay hanyalah salah satu pemain terbaik,” katanya saat diwawancarai Talkin Fitbaw Podcast.

“Dia bisa membuat sesuatu menjadi nyata. Sejujurnya, saya belum pernah melihat pemain tangguh dan cerdas yang merokok,” ujarnya.

“Semua orang tahu bahwa Tugay akan merokok 20 batang sehari. Namun saat pertandingan tiba, dia akan berlari lebih cepat dari pemain lain yang menjalani gaya hidup lebih sehat.”

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini