Boladunia

Elseid Hysaj, Pemain Anyar Lazio Diserang Fans Lazio karena Bella Ciao

Elseid cari gara-gara sih

Irwan Febri Rialdi

Elseid Hysaj/Instagram
Elseid Hysaj/Instagram

Bolatimes.com - Lazio baru saja merekrut Elseid Hysaj dari Napoli di musim panas 2021 ini. Namun, pemain kelahiran Albania ini harus mendapat serangan dari fans garis keras Le Aquile karena hanya menyanyikan lagu ‘Bella Ciao’. Apa alasannya?

Selayaknya para pemain baru, Elseid Hysaj yang baru diboyong dari Napoli harus ditatar dengan cara menyanyi di hadapan rekan-rekan barunya di Lazio, layaknya pemain yang baru bergabung lainnya.

Saat itu, Hysaj memilih menyanyikan lagu Bella Ciao di hadapan pemain dan staf Lazio yang tengah berkumpul untuk santap makan.

Aksi Elseid Hysaj yang sedang bernyanyi sambil menaiki kursi pun terekam dan tersebar luas di media sosial. Sayangnya, tak semua terhibur akan nyanyiannya, malah ada yang geram. Salah satunya adalah sebagian pendukung garis keras Lazio.

Sebagian pendukung garis keras atau Ultras Lazio geram bukan karena suara Hysaj saat bernyanyi, melainkan karena lagu yang dinyanyikannya.

Akibat lagu Bella Ciao yang dinyanyikannya sebagian Ultras Lazio yang marah ini ingin bertemu Hysaj seperti kamp latihan atau bahkan restoran.

Ancaman-ancaman ini membuat Lazio turun tangan untuk memberikan pengamanan ekstra pada Hysaj dari ancaman pihak luar.

Kejadian yang menimpa Elseid Hysaj pun membuat banyak orang-orang bertanya. Mengapa hanya karena lagi ‘Bella Ciao’, ia yang bintang anyar Lazio harus mendapat ancaman dari para pendukung garis keras klub barunya itu?

Asal Usul Lagu Bella Ciao

Lagu ‘Bella Ciao’ sendiri tengah santer dikumandangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, lagu tersebut menjadi Soundtrack dari TV Series, Money Heist.

Usut punya usut, ‘Bella Ciao’ merupakan lagu perlawanan asal Italia yang mahsyur digunakan saat Fasisme yang digagas Benito Mussolini sepanjang 1924-1945.

Di Italia, kelompok perlawanan terhadap Fasisme ini dinamai Partigiano atau Partigiani (Partisan) dalam bahasa Italia sendiri.

Para Partisan ini melakukan segala cara agar keluar dari Fasisme yang merongrong Italia. Dalam usahanya, lagu Bella Ciao pun menjadi penyemangat untuk terus melawan.

Lagu ‘Bella Ciao’ sendiri mengisahkan seorang pria yang meninggalkan kekasihnya dan bergabung dengan Partisan untuk melawan kediktatoran Benito Mussolini.

Dalam sejarah lain disebutkan, Bella Ciao sejatinya telah ada sejak abad ke-19 dan dinyanyikan oleh seorang perempuan di Italia utara.

Perempuan ini merupakan petani disebut Mondinas. Para Mondinas ini bekerja dalam kondisi buruk dan digaji dengan bayaran yang kecil.

Hal tersebut memicu perlawanan di kalangan Mondinas yang kemudian lahirlah lagu berjudul Mattina Appena Alzata (Di Suatu Pagi Aku Terbangun) yang menceritakan kisah hidup mereka.

Lagu ini pun populer di kalangan Mondinas sampai ketika Fasisme menundukkan Italia, lagu tersebut diubah judul dan liriknya oleh Partisan.

Dalam versi lain, ada pula yang menyebut lagu Bella Ciao dari Odessa, yang dulunya bagian Rusia. Konon lagu ini lahir kala pemberontakan awak kapal perang Rusia, Potemkin, dalam menentang rezim Tsar di tahun 1905.

Bella Ciao, Fasisme dan Lazio

Terlepas dari sejarahnya, lagu ‘Bella Ciao’ dapat disimpulkan sebagai lagu perlawanan, terutama untuk Fasisme yang dipraktekkan Benito Mussolini. Lantas, apa hubungannya dengan Lazio?

Menurut sejarah, Mussolini merupakan pendukung Lazio. Saat ia berkuasa, ia kerap menonton La Aquile berlaga. Bahkan, Mussolini juga membangun Stadion Olimpico hanya untuk Lazio.

Karenanya, hingga saat ini para pendukung Lazio masih merasa terikat dengan Mussolini dan memegang paham Fasisme.

Kendati Lazio mencoba bersikap netral soal politik, tuduhan terikat dengan Mussolini tetap muncul seiring kabar bahwa Romano Floriani Mussolini yang tak lain cicit sang diktator, menembus tim U-19 La Aquile.

Itulah mengapa saat video Hysaj menyanyikan lagu ‘Bella Ciao’ , sebagian pendukung garis keras Lazio naik pitam dan memberikan ancaman kepadanya.

Bahkan, ancaman ditunjukkan lewat pemasangan Banner yang berbunyi ‘Hysaj adalah cacing, asal Anda tahu Lazio itu klub fasis'.

Namun, seperti yang telah disebutkan di atas, Lazio yang netral tetap memberi jaminan dan pengamanan keselamatan untuk Elseid Hysaj.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini