Boladunia

Profil Eder, Pahlawan Portugal yang Jadi Tukang Angkat Trofi di Euro 2020

Eder mendadak bikin kejutan saat mengangkat trofi Euro 2020 di laga final Italia vs Inggris.

Rauhanda Riyantama

Aksi penyerang Timnas Portugal, Eder saat membobol gawang Prancis di final Euro 2016. (MARTIN BUREAU / AFP)
Aksi penyerang Timnas Portugal, Eder saat membobol gawang Prancis di final Euro 2016. (MARTIN BUREAU / AFP)

Bolatimes.com - Terdapat pemandangan menarik di laga final Euro 2020 antara Italia vs Inggris di mana seseorang membawa trofi bernama Henri Delaunay tersebut ke Wembley. Sosok tersebut adalah mantan penyerang Portugal, Eder.

Final Euro 2020 yang diselenggarakan di Stadion Wembley dibuka dengan sosok Eder yang membawa trof juara tepat di luar lorong keluarnya pemain.

Mungkin pecinta sepak bola banyak yang melupakan sosok Eder, pahlawan Portugal di final Euro 2016.  Berkat golnya di babak tambahan waktu ke gawang Hugo Lloris, Portugal untuk pertama kalinya meraih titel Euro.

Eder mencetak gol tersebut di menit ke-109. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-79 menggantikan Renato Sanches.

Banyak yang menyebut keberhasilan Portugal menjuarai Euro 2016 berkat kepemimpinan Cristiano Ronaldo. Namun, tanpa sontekan keras Eder, Selecao das Quinas takkan mencetak sejarah di ajang empat tahunan tersebut.

Lantas seperti apa rekam jejak perjalanan pria yang bernama lengkap Ederzito Antonio Macedo Lopes tersebut?

Sosok misterius pria pembawa piala saat Final Euro 2020. Foto: Twitter Euro 2020
Sosok misterius pria pembawa piala saat Final Euro 2020. Foto: Twitter Euro 2020

Karier Eder

Eder lahir pada 22 Desember 1987 di Guinea-Bissau, sebuah negara Afrika yang merupakan koloni Portugal. Saat usia dua tahun, ia dan keluarganya bermigrasi ke Portugal.

“Saya pindah ke Portugal ketika saya berusia dua tahun. Jadi saya tak ingat kehidupan di Guinea Bissau,” ucap Eder dilansir dari BBC.

“Keluargaku pindah ke Lisbon sehingga kami bisa hidup lebih baik. Ayahku telah tinggal di Portugal lebih dulu. Jadi saya ke Portugal bersama ibu,” lanjutnya.

Pada usia delapan tahun, Eder tinggal jauh dari orang tuanya dan hidup di panti asuhan di daerah Coimbra.

“Saya selalu bermain bola di jalanan dengan anak-anak lainnya. Setiap hari dan di manapun, jika kami memiliki bola, kami memainkannya,” tutur Eder yang menyebut sepak bola sebagai pelarian dari kesedihannya.

Dari sepak bola jalanan lah bakat Eder di mana ia di bawa ke akademi ADC Ademia sebelum ia melakukan debutnya di kasta keempat sepak bola Portugal, FC Oliveira do Hospital.

Pada usia 18, Eder menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama klub kasta kedua, Tourizense dengan gaji 400 euro di mana ia mengirimkannya kepada sang ibu.

Karier Eder melonjak saat ia diboyong Braga sehingga dirinya mendapat pengakuan dari khalayak ramai dan hampir diboyong Tottenham Hotspur andai ia tak cedera.

Eder baru bisa merasakan sepak bola Inggris saat Swansea datang menjemputnya pada 2015/16 sesaat sebelum Euro di mana ia langsung dipinjamkan ke Lille.

Penampilannya di Lille membuat Eder mengunci satu tempat dari total 23 pemain di skuat utama Portugal untuk Euro 2016.

Terpilihnya Eder sejatinya diragukan publik Portugal. Namun siapa sangka, keraguan itu dibalasnya dengan gol apik yang mencetak sejarah untuk Selecao das Quinas.

Dengan statusnya sebagai pahlawan kemenangan Portugal itu lah, Eder mendapat kesempatan membawa trofi untuk diperebutkan Italia dan Inggris di final Euro 2021.

Aksi penyerang Timnas Portugal, Eder saat membobol gawang Prancis di final Euro 2016. (MIGUEL MEDINA / AFP)
Aksi penyerang Timnas Portugal, Eder saat membobol gawang Prancis di final Euro 2016. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Kabar Terkini Eder

Setelah dielu-elukan sebagai pahlawan Portugal di 2016, karier Eder justru tambah redup setiap tahunnya.

Dinukil dari Transfermarkt, Eder dipermanenkan Lille di 2016. Namun, kariernya tak bertahan lama karena ia dilepas setahun kemudian ke Lokomotiv Moscow dengan status pinjaman.

Setelah itu, Lokomotiv Moscow mempermanenkannya dari Lille dengan harga yang sangat murah pada 2018 dan bertahan  di Rusia hingga 2021.

Di tahun 2021 ini, di usianya yang ke-33 tahun, Eder berstatus tanpa klub sehingga ia bisa bermain untuk klub mana saja yang menawarinya satu tempat sebelum musim 2021/22 berlangsung.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini