Boladunia

Sejarah Copa America, Ada Tim Non Conmebol dan Hampir Kehilangan Marwahnya

Copa America memiliki sejarah yang menarik untuk disimak. Berikut ulasannya

Irwan Febri Rialdi

Undian Copa America 2020 di Cartagena, Kolombia, Rabu (3/12/2019) waktu setempat. (JUAN BARRETO / AFP)
Undian Copa America 2020 di Cartagena, Kolombia, Rabu (3/12/2019) waktu setempat. (JUAN BARRETO / AFP)

Bolatimes.com - Copa America yang biasa diikuti oleh negara-negara Amerika Selatan atau CONMEBOL, ternyata pernah diikuti oleh negara-negara dari luar zonanya. Bagaimana sejarahnya?

Copa America 2021 menjadi salah satu ajang sepak bola terakbar di musim panas 2021 ini, digelarnya Euro 2020.

Meski pamornya kalah dari Euro, ajang dua tahunan tersebut tetap mendapat atensi, mengingat banyaknya pemain bertalenta dari Amerika Selatan atau Amerika Latin yang berpartisipasi.

Sebagai contoh, dari Brasil ada sosok Neymar. Lalu, Argentina dengan Lionel Messi sebagai andalannya, dan sederet bintang ternama seperti Luis Suarez, Edinson Cavani (Uruguay), dan Juan Cuadrado dari Kolombia.

Copa America sendiri digelar oleh CONMEBOL  atau Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan. Karena digelar oleh CONMEBOL, maka partisipannya tentu negara-negara yang berasal dari Amerika Selatan.

Meski demikian, Copa America pernah diikuti oleh negara-negara non CONMEBOL seperti Amerika Serikat, Meksiko, hingga Qatar.

Lantas, mengapa bisa negara non CONMEBOL mengikuti gelaran Copa America?

Kesertaan Negara Non CONMEBOL di Copa America

Ide untuk mengajak negara lain berpartisipasi di Copa America muncul pada 1993. Saat itu, CONMEBOL mengajak negara lain berpartisipasi karena minimnya peserta dari Amerika Selatan sendiri.

Diketahui, negara anggota CONMEBOL hanya 10 negara saja. Merasa minimnya persaingan dan durasinya yang singkat, maka muncullah ide mengundang negara lain tersebut.

Gelaran pertama Copa America yang diikuti negara non CONMEBOL terjadi pada tahun 1993. Saat itu terdapat dua tim dari CONCACAF atau konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia yakni Amerika Serikat dan Meksiko.

Lalu hal tersebut berlanjut di Copa America 2001 yang diikuti Meksiko, Kosta Rika, dan Honduras. Dan saat edisi khusus di 2016 yakni Copa America Centenario, CONMEBOL mengundang enam tim CONCACAF.

Enam tim CONCACAF tersebut adalah Amerika Serikat, Meksiko, Kosta Rika, Jamaika, Haiti, dan Panama. Bahkan selain mengundang, Copa America Centenario digelar di Amerika Serikat.

Copa America tahun 2019 pun menjadi tahun terakhir di mana tim undangan ikut tampil. Berbeda dengan edisi sebelumnya, di tahun 2019 CONMEBOL mengundang dua tim asal Asia atau AFC yakni Jepang dan Qatar.

Bahkan di 2021 ini Australia turut diundang. Namun Socceroos batal berpartisipasi karena kondisi pandemi Corona yang merebak sejak 2020 lalu.

Copa America Hampir Kehilangan Marwahnya

Karena ide mengajak negara lain berpartisipasi, hampir saja Copa America kehilangan marwahnya. Maksud marwah di sini sendiri adalah ajang dua tahunan tersebut dijuarai oleh negara non CONMEBOL.

Dari 10 negara non CONMEBOL yang pernah dan hampir berpartisipasi, hanya Meksiko saja yang hampir menjuarai Copa America.

Kejadian tersebut terjadi di Copa America 1993 dan 2001. Saat itu Meksiko melaju hingga partai final sebelum tumbang di tangan Argentina dan Kolombia.

Di tahun 1993, Meksiko yang tergabung di grup C lolos ke perempat final sebagai salah satu peringkat tiga terbaik. Di babak itu, El Tri mengalahkan Peru 4-2 dan ke semifinal.

Lalu di semifinal, Meksiko yang bertemu Ekuador kembali menang dengan skor 2-0 sehingga melaju ke final dan menantang Argentina.

Beruntung bagi CONMEBOL, Copa America 1993 tak kehilangan ‘marwahnya’ karena Argentina menjadi kampiun usai memenangkan partai final dengan skor 2-1 atas Meksiko.

Berlanjut ke Copa America 2001. Meksiko kembali lolos ke perempat final usai menjadi Runner Up grup B di belakang Brasil.

Di babak itu, El Tri menghadapi Chile dan menang 2-0 hingga lolos ke semifinal. Kemudian di semifinal, Meksiko membuat kejutan dengan mengalahkan Uruguay dengan skor tipis 2-1 dan berhak menantang Kolombia di partai puncak.

Lagi-lagi Copa America tak kehilangan marwahnya. Sebab, Kolombia berhasil memenangi partai puncak dengan skor tipis 1-0 atas Meksiko.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini