Boladunia

Mengapa Timnas Argentina Tak Memiliki Pemain Berkulit Hitam? Ini Sejarahnya

Menjadi pertanyaan mengapa Timnas Argentina yang berasal dari Amerika Selatan tidak memiliki pemain berkulit hitam. Mengapa demikian? Berikut sejarahnya

Irwan Febri Rialdi

Timnas Argentina. (Silvio Avila/AFP).
Timnas Argentina. (Silvio Avila/AFP).

Bolatimes.com - Tim nasional Argentina menjadi salah satu kekuatan terbaik di sepak bola Amerika Latin dan dunia. Kendati berasal dari Amerika Selatan, mengapa penggawa La Albiceleste tak ada pemain berkulit hitam seperti negara-negara tetangganya?

Argentina dengan deretan bintangnya di setiap generasi mampu meraih prestasi apik yakni 2 gelar Piala Dunia dan 14 gelar Copa America.

Di setiap generasinya, kebanyakan para pemain Argentina didominasi berkulit putih. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa La Albiceleste kerap terlihat tak ada pemain berkulit hitam?

Pasalnya, hampir negara-negara tetangga seperti Brasil, Ekuador, Kolombia, Chile memiliki pemain berkulit hitam di tim nasionalnya.

Di Brasil pernah ada Pele, di Ekuador ada Agustin Delgado, Kolombia ada Faustino Asprilla. Namun,mengapa Argentina tak terlihat punya pemain berkulit hitam?

Sejarah Argentina hingga Tak Memiliki Pemain Berkulit Hitam

Tak adanya pemain berkulit gelap di tim nasional Argentina tak lepas dari sejarah bangsa Tango itu sendiri di tahun 1800 an.

Zaman dahulu, Argentina memiliki banyak orang berkulit hitam yang berasal dari Afrika. Utamanya, orang berkulit gelap ini merupakan imigran.

Para imigran dari Afrika ini datang pada abad ke-16 ke daerah bernama Rio De La Plata yang kelak menjadi Buenos Aires atau ibu kota Argentina.

Para imigran ini datang dan bekerja sebagai petani bagi yang laki-laki dan pembantu rumah tangga bagi yang wanita.  Datangnya para imigran dari Afrika ini terus berlanjut hingga memasuki abad ke-19.

Banyaknya imigran yang datang membuat hampir setengah populas Argentina dihuni oleh rakyat Afro-Argentina. Namun, banyaknya imigran dan keturunan yang mendiami negeri Tango lambat laun berkurang di abad 19.

Perang kemerdekaan di tahun 1810 hingga 1818 menjadi salah satu alasan berkurangnya populasi imigran dan rakyat Afro-Argentina.

Rakyat Afro-Argentina yang berada di kelas bawah, menjadi tentara karena iming-iming terlepas dari perbudakan. Alhasil, banyak rakyat yang berasal dari Afro-Argentina gugur di peperangan.

Selain karena peran, ada pula penyebab lain yakni wabah kolera yang menyerang Argentina di tahun 1861 hinga 1864 dan disusul oleh penyakit kuning di tahun 1871.

Rakyat Afro-Argentina yang berada di bawah garis kemiskinan pun menjadi korban ganasnya penyakit tersebut.  Sebagian yang masih bertahan pun memilih bermigrasi ke Brasil atau Paraguay.

Lalu ada Perang Paraguay (Paraguay dulunya bagian Argentina) yang membuat para Afro-Argentina kembali banyak yang bertumbangan dan kemudian diikuti munculnya konstitusi di 1853 yang melarang ekspor budak yang didominasi orang berkulit gelap.

Seiring berkurangnya orang berkulit gelap, datanglah orang-orang Eropa ke Argentina di abad ke-19 dan di awal abad ke-21. Tak ayal, lebih banyak orang berkulit putih di Argentina ketimbang orang berkulit gelap.

Pemain Kulit Hitam di Timnas Argentina

Jika berkaca pada sejarah, wajar bila La Albiceleste tak memiliki pemain berkulit gelap.Namun, pernah ada beberapa pemain berkulit gelap yang membela timnas Argentina.

Hal tersebut terjadi pada 1925. Adalah Alejandro de Los Santos yang menjadi pemain berkulit hitam pertama yang membela timnas Argentina.

Alejandro de Los Santos bahkan mampu membawa Argentina menjuarai Copa America. Sayangnya, ia tak bermain cukup banyak bagi La Albiceleste.

Total Los Santos hanya bermain sebanyak 5 kali bagi Argentina tanpa menorehkan satu gol pun. Kendati demikian, ia membuka pintu bagi pemain kulit hitam membela Argentina.

Setelahnya, ada nama Jose Manuel Ramos Delgado yang pernah membela Argentina sebanyak 25 kali dan masuk dalam skuat La Albiceleste untuk Piala Dunia dan Copa America.

Kemudian, ada nama Hector Rodolfo Baley yang berposisi sebagai kiper saat Argentina menjuarai Piala Dunia 1978.

Namun namanya tak melegenda seperti Ubaldo Fillol karena Baley tak pernah bermain dan hanya masuk dalam skuad Argentina kala menjuarai Piala Dunia 1978.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini