Boladunia

Perusahaan Porno Beri Tawaran Menggiurkan untuk Jadi Sponsor Inter Milan

Tawaran besar dari perusahaan porno tersebut tampak tak masuk akal bagi Inter Milan karena corak jersey yang diusulkan.

Rauhanda Riyantama | Arif Budi Setyanto

Striker Inter Milan, Lautaro Martinez, vs Hellas Verona. (Miguel Medina/AFP).
Striker Inter Milan, Lautaro Martinez, vs Hellas Verona. (Miguel Medina/AFP).

Bolatimes.com - Perusahaan porno bernama Stripchat telah mengajukan tawaran untuk menjadi sponsor Inter Milan. Tawaran itu dilakukan karena Inter sudah putus kerja sama dengan Pirelli.

Pirelli akan mengakhiri kerja sama mereka yang sudah berlangsung selama 27 tahun sebagai sponsor Inter. Mulai musim 2021/2022 mendatang, Inter tidak lagi memasang logo Pirelli di bagian jersey mereka.

Tak butuh waktu lama setelah lepas dari Pirelli, kini Inter pun mendapatkan tawaran kontrak sponsor yang menggiurkan. Tawaran tersebut datang dari perusahaan porno bernama Stripchat.

Dinukul dari laporan Talksport pada Rabu (10/3/2021), tawaran Stripchat itu sangat menggiurkan karena jumlahnya dua kali lipat lebih besar dari kontrak Inter sebelumnya dengan Pirelli.

Jika Pirelli mensponsori Inter dengan dana sebesar 10 juta poundsterling (sekitar Rp200 miliar) per tahun, kali ini Stripchat akan memberikan uang 20 juta poundsterling (sekitar Rp400 miliar) per tahunnya.

Walau tawaran itu menggiurkan, Stripchat memiliki usulan yang tak masuk akal untuk disanggapi oleh Inter Milan terkait warna jersey yang bakal dipakai skuat asuhan Antonio Conte.

Stripchat mengirimkan contoh usulan bentuk jersey yang bakal dipakai Inter. Nah, dari maket yang diusulkan perusahaan porno tersebut, corak warna jersey-nya sangat jauh berbeda dengan identitas hitam biru milik Inter.

Malah, bentuk jersey yang diusulkan itu lebih mirip dengan corak dari rival sekotanya, AC Milan. Pasalnya, corak jersey tersebut berwarna hitam dan merah.

Maket dari perusahaan porno yang diusulkan kepada Inter Milan.
Maket dari perusahaan porno yang diusulkan kepada Inter Milan.

Meski tampak tidak mungkin Inter Milan menerima ide gila seperti itu, tapi kini pihak klub sedang berada di masa sulit. Pasalnya mereka membutuhkan uang tunai dan mungkin saja tergoda untuk mengambil tawaran dari perusahaan porno tersebut.

Sementara itu, konsorsium asal China Sunning Grup diyakini sedang mengalami kebangkrutan. Klub lain yang berada di bawah naungan mereka, Juning FC telah berhenti beroperasi sebagai imbasnya.

Maka dari itu, Suning saat ini sedang mencari investor potensial yang siap mendukung finansial Inter Milan agar bisa beroperasi musim depan.

Berita Terkait

Berita Terkini