Boladunia

Suporter Napoli Dikecam usai Gelar Pesta Juara

Suporter merayakan keberhasilan Napoli meraih juara Coppa Italia.

Rauhanda Riyantama

Suporter Napoli merayakan kemenangan atas Juventus pada final Coppa Italia di pusat Kota Napoli, Italia,Kamis (18/6) dini hari WIB.  [Carlo Herman/AFP]
Suporter Napoli merayakan kemenangan atas Juventus pada final Coppa Italia di pusat Kota Napoli, Italia,Kamis (18/6) dini hari WIB. [Carlo Herman/AFP]

Bolatimes.com - Napoli secara mengejutkan berhasil merebut gelar juara Coppa Italia 2019/2020. Gelar tersebut didapat usai mempecundangi Juventus lewat adu penalti pada partai final yang digelar tanpa penonton di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (17/6/2020) dini hari WIB.

Napoli menang 4-2 di babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal. Trofi ini sekaligus menjadi gelar pertama Napoli dalam enam tahun tahun terakhir setelah Piala Super Italia 2014.

Kesuksesan tersebut langsung disambut bahagia oleh suporter Napoli. Menurut laporan Football Italia, mereka langsung menggelar pesta sesaat setelah Partinopei dipastikan menjadi juara.

Suporter Napoli nampak memenuhi alun-alun di Kota Naples. Mereka berpesta hingga jam dua pagi waktu setempat sembari menunggu kepulangan anak asuh Gennaro Gattuso.

Pesta yang dilakukan suporter Napoli sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Namun mengingat pandemi virus corona belum benar-benar berakhir di Italia, mereka sontak mendapat kecaman.

Dalam pesta juara tersebut, suporter Napoli nampak menghiraukan soal hibauan jaga jarak. Bahkan mereka berpikir seolah sedang tak terjadi apa-apa di sana.

Suporter Napoli merayakan kemenangan atas Juventus pada final Coppa Italia di pusat Kota Napoli, Italia,Kamis (18/6) dini hari WIB.  [Carlo Herman/AFP]
Suporter Napoli merayakan kemenangan atas Juventus pada final Coppa Italia di pusat Kota Napoli, Italia,Kamis (18/6) dini hari WIB. [Carlo Herman/AFP]

Sikap suporter Napoli itu pun mendapat perhatian dari seorang dokter yang bekerja di WHO bernama Ranieri Guerra. Ia menilai tindakan tersebut berisiko menimbulkan penularan baru.

''Pesta di alun-alun itu adalah tindakan yang buruk sekali. Sebab sangat bisa menghadirkan masalah besar yang baru," ujar Ranieri Guerra.

''Mengingat wabah ini belum benar-benar berakhir, sudah seharunya tidak melakukan hal ini. Beruntungnya, itu terjadi di Naples, karena pejabat setempat sudah melakukan lockdown selama berbulan-bulan sehingga virus tak separah di kota lain,'' imbuhnya.

''Namun, saya jadi teringat dengan kejadian di Lombardy saat Atalanta melawan Valencia di Liga Champions. Situasi di sana menjadi buruk karena menimbulkan penularan virus coronba besar-besaran,'' pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini