Boladunia

Tak Ingin Bau Rokok, Chiellini Harus Mandi usia Berbicara dengan Sarri

Maurizio Sarri diketahui adalah perokok berat.

Rauhanda Riyantama

Mantan Pelatih Napoli, Maurizio Sarri merokok di pinggir lapangan (The Sun)
Mantan Pelatih Napoli, Maurizio Sarri merokok di pinggir lapangan (The Sun)

Bolatimes.com - Kapten Juventus, Giorgio Chiellini buka-bukaan soal kebiasaan buruk sang pelatih, Maurizio Sarri, yang doyan merokok tanpa mempedulikan waktu ataupun tempat.

Sudah menjadi rahasia umum memang jika Sarri adalah seorang perokok berat. Allenatore berusia 61 tahun itu diketahui bisa menghabiskan tiga bungkus atau sekira 60 batang rokok per harinya!

Parahnya, mantan pelatih Chelsea, Napoli, Hellas Verona dan Empoli itu kerap melakukan kebiasaan buruknya tersebut saat sedang melakoni pekerjaannya sebagai juru taktik.

Ya, saat sedang bicara dengan pemain di ruangannya, bahkan saat menggelar sesi latihan sekalipun, Sarri diketahui tak segan-segan merokok.

Diungkapkan Chiellini, pemain memang terkena imbas kebiasaan buruk Sarri ini.

Bicara soal skuat Juventus, tak hanya sang kapten saja yang terkena getahnya, namun juga para pemain Bianconeri lainnya. 

Pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri merokok sebelum pertandingan, saat masih menukangi Empoli pada 2015 lalu. [MARCO BERTORELLO / AFP]
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri merokok sebelum pertandingan, saat masih menukangi Empoli pada 2015 lalu. [MARCO BERTORELLO / AFP]

"Dia (Sarri) adalah orang yang sangat perfeksionis. Dia memikirkan banyak hal, mungkin dia merokok demi mengalihkan rasa stresnya. Tak bisa dibantah jika Maurizio merokok sangat banyak," beber Chiellini seperti dilansir football-italia.

"Dia memang sangat kecanduan pada rokok. Masalahnya, dia tak mempedulikan waktu ataupun tempat. Saat dia bicara dengan pemain, Maurizio selalu merokok," ungkap bek tengah kawakan berusia 35 tahun itu.

"Saya ataupun pemain Juventus lainnya harus mandi selepas bicara dengan Maurizio di ruangan pelatih. Serius, karena jika tidak, kami semua akan bau rokok!" papar Chiellini. 

Meski demikian, Chiellini tak lupa melontarkan pujiannya pada sang pelatih.

"Dia selalu mencari kesempurnaan. Seperti yang saya bilang, dia adalah seorang perfeksionis, yang mana saya kira itu sangat bagus. Dia selalu menyukai 100 persen penguasaan bola di daerah pertahanan lawan," tandas Chiellini.

Berita Terkait

Berita Terkini