Boladunia

Juventus Ingin Raih Scudetto dengan Kerja Keras, Bukan dari Hibah

Juventus saat ini menjadi pemuncak klasemen Serie A Italia.

Rauhanda Riyantama

Para pemain Juventus merayakan gol Aaron Ramsey ke gawang Inter Milan dalam laga lanjutan Serie A di Juventus Stadium, Senin (9/3/2020) dini hari WIB. (Foto: AFP)
Para pemain Juventus merayakan gol Aaron Ramsey ke gawang Inter Milan dalam laga lanjutan Serie A di Juventus Stadium, Senin (9/3/2020) dini hari WIB. (Foto: AFP)

Bolatimes.com - Di tengah carut marut soal kelanjutan kompetisi, Juventus muncul sebagai salah satu klub yang ingin menuntaskan sisa pertandingan musim ini. Sebab, mereka ingin meraih Scudetto dengan tangannya sendiri.

Sebagaimana diketahui, Serie A Italia musim 2019/2020 sedang ditangguhkan hingga batas waktu yang tak ditentukan akibat pandemi virus corona. Namun karena situasi tak kunjung membaik, ada opsi liga bakal dihentikan.

Opsi tersebut sudah diambil oleh Liga Belanda dan Liga Prancis baru-baru ini. Bahkan Paris Saint-Germain yang menjadi pemuncak klasemen Liga Prancis akhirnya dinobatkan sebagai kampiun.

Nah, situasi itulah yang tak ingin dialami Juventus. Mengingat Si Nyonya Tua kini sedang memimpin di puncak klasemen dengan koleksi 63 poin dari 26 laga, unggul satu angka dari Lazio yang membuntuti di posisi dua.

Hal tersebut turut ditegaskan oleh Presiden Juventus, Andrea Agnelli. Dalam rapat darurat bersama 20 klub kontestan Serie A Italia pada Jumat (1/5/2020) waktu setempat, ia menginginkan kompetisi musim ini dituntaskan.

''Semua pasti mengerti bahwa saya tidak terlalu suka berkomentar di media. Tapi kali ini saya menegaskan bahwa Juventus ini mengakhiri sisa musim 2019/2020,'' ungkap Agnelli, dilansir dari Football Italia.

''Dengan memulai latihan pada 18 Mei dan pertandingan pada Juni, maka akan ada cara untuk menuntaskan musim ini. Kami sejujurnya juga menghormati himbauan yang diberikan oleh UEFA dan ECA,'' imbuhnya.

Sebagai informasi, keadaan di Italia kini memang cukup memprihatikan. Total kini ada lebih dari 207.000 kasus positif terpapar virus corona, bahkan 28.236 di antaranya meninggal dunia.

Berita Terkait

Berita Terkini