Boladunia

Tak Punya Suporter Militan, Man City Diyakini Sulit Merajai Eropa

Menurut John Aldridge, Manchester City tidak memiliki basis suporter sefanatik Liverpool.

Rauhanda Riyantama

Ekspresi para pemain Manchester City usai tersingkir dari Liga Champions. Mereka kalah agregat dari Tottenham Hotspur setelah di leg kedua, Spurs unggul gol tandang, Kamis (18/4/2019). [Anthony Devlin / AFP]
Ekspresi para pemain Manchester City usai tersingkir dari Liga Champions. Mereka kalah agregat dari Tottenham Hotspur setelah di leg kedua, Spurs unggul gol tandang, Kamis (18/4/2019). [Anthony Devlin / AFP]

Bolatimes.com - Manchester City tengah berada di fase yang kurang menguntungkan di Liga Primer Inggris musim ini. Terbukti, mereka sudah tertinggal delapan angka dari Liverpool dalam delapan pekan awal.

Sadar akan situasi tersebut, banyak pihak yang mulai menerka-nerka jika Manchester City akan beralih fokus ke Liga Champions. Salah satunya datang dari legenda The Reds, John Aldridge.

Pandangan yang disampaikan John Aldridge tak terlepas dari sikap tak biasa yang ditunjukkan The Citizen saat mengalahkan Dinamo Zagreb. Saat itu, pasukan Pep Guardiola menang dengan skor meyakinkan 2-0.

''Saya merasa Guardiola sekarang akan fokus mengejar sukses di Eropa dibandingkan kejayaan domestik. Dengan perayaannya saat City mengalahkan Dinamo Zagreb di Liga Champions dengan cara tak biasa,'' ungkap John Aldridge, seperti dikutip dari The Independent.

''Usai laga, dia (Pep) Dia saat itu berjingkrak-jingkrak di tepi lapangan dan sudah selalu mendesak fans City menciptakan atmosfer kandang yang luar biasa,'' tuturnya menambahkan.

Kendati demikian, John Aldridge menilai bahwa Manchester City kurang memiliki kans untuk merajai Liga Champions. Sebab, mereka tidak memiliki basis suporter sefanatik Liverpool.

''City tak memiliki fans yang bisa menciptakan atmosfer kandang seperti Liverpool di Anfield saat juara Eropa musim lalu. Anfield di malam-malam pertandingan Eropa itu pengalaman yang unik,'' tegas John Aldridge.

''Fans City takkan pernah bisa mengulangnya di Etihad Stadium. Jadi mereka menghadapi tantangan berat. Mereka akan perlu terus membeli jalan untuk meraih sukses kalau ingin menguasai Eropa,'' tutup pria berusia 61 tahun itu.

Lebih lanjut, ambisi Manchester Citu jadi jawara Eropa bisa dibilang wajar. Sebab, mereka belum sekalipun meraih titel juara meski sukses di kancah domestik dalam dua tahun terakhir.

Berita Terkait

Berita Terkini