Boladunia

Terjerat Kasus FFP, Man City Terancam Dikeluarkan dari Liga Champions

Manchester City terancam hukuman larangan bermain di Liga Champions karena

Galih Priatmojo | Andiarsa Nata

Pemain Manchester City merayakan gol ke gawang Everton. (AFP)
Pemain Manchester City merayakan gol ke gawang Everton. (AFP)

Bolatimes.com - Juara Liga Primer musim lalu, Manchester City saat ini tengah dilanda masalah serius. The Citizens terancam mendapat hukuman larangan bermain di ajang Liga Champions karena kasus Financial Fair Play (FFP).

Saat ini baik dari UEFA dan Liga Primer tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya manipulasi FFP. Penyelidikan tersebut dilakukan setelah media asal Jerman, Der Spiegel membocorkan email dari sponsor Manchester City, yakni Etihad Airways.

Berdasarkan Express, laporan tersebut menyebutkan bahwa pendapatan dari sponsor yang berjumlah 59,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,07 triliun bukan murni dari sponsor, melainkan ada tambahan uang pribadi dari pemilik Abu Dhabi United Group sekaligus pemilik Mancheser City, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.

Pemilik klub Manchesetr City, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan (Andrew Yates/AFP)
Pemilik klub Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. (Andrew Yates/AFP)

 

Sementara, tindakan manipulasi pendapatan sponsor ini termasuk melanggar aturan dari FFP. Lebih lanjut dari laporan tersebut pun mengatakan bahwa jika Manchester City terbukti melakukan pelanggaran FFP, City akan dihadapkan dengan masalah serius, yakni larangan bermain di Liga Champions.

''Jika benar apa yang telah ditulis, mungkin ada masalah serius. Ini bisa mengarah pada hukuman terberat, yakni dikeluarkan dari kompetisi UEFA,'' tutur Kepala Investigasi Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA, Yves Leterme dikutip dari Express.

''Jika informasinya benar, ini mungkin bertentangan dengan pelaporan yang jujur. Aturan Financial Fair Play didasarkan pada sistem deklarasi, tiga bulan setelah klub menutup akun mereka, mereka harus menyetor angkanya. Lalu kita melakukan pengecekan acak pada kebenaran angka-angka itu. Rekening diperiksa dan disetujui secara internal dan eksternal,'' lanjutnya menambahkan.

Sebelumnya pada bulan Desember lalu, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin mengklaim adanya kasus nyata yang menyangkut Manchester City. Saat ini pun pihaknya tengah mengatasi kasus itu dan sebentar lagi akan mendapat jawaban tentang kasus tersebut.

''Kami sedang menilai situasinya. Kami memiliki badan independen yang mengatasinya. Sebentar lagi kami akan mendapat jawaban tentang apa yang akan terjadi dalam kasus konkret ini," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini