Boladunia

11 Klub Raksasa Eropa Terlibat 'Kudeta' Bentuk Liga Super Eropa

Sejumlah klub besar Eropa berencana melakukan 'kudeta' dengan mendirikan kompetisi sendiri di luar Liga Champions.

Galih Priatmojo

Ilustrasi Presiden Real Madrid, Florentino Perez dan uang (Defensa Central)
Ilustrasi Presiden Real Madrid, Florentino Perez dan uang (Defensa Central)

Bolatimes.com - Sebuah kabar mengejutkan datang dari sepak bola Eropa. Surat kabar Jerman yang lekat dengan kontroversi, Der Spiegel baru saja mengabarkan sebuah dokumen yang bocor bahwa sejumlah klub besar di Eropa tengah menggagas sebuah kompetisi anyar untuk menandingi kompetisi Liga Champions. Di dalam dokumen tersebut disebut terdapat lima klub raksasa Inggris yang terlibat dalam rencana untuk melakukan 'kudeta' dengan membentuk kompetisi level Eropa tandingan yakni Liga Super Eropa.

Seperti dilansir The Guardian, Jumat (2/11/2018) lalu disebutkan bahwa Chelsea, Arsenal, Liverpool, Manchester United, dan Manchester City termasuk dalam klub-klub yang terlibat dalam negosiasi untuk menciptakan Liga Super Eropa.

Dokumen itu dikirim pada 22 Oktober lalu oleh perusahaan bernama Key Capital Partners kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Selain lima klub Inggris itu, beberapa raksasa Eropa juga disebut juga terlibat dalam rencana 'kudeta' menyaingi kompetisi Liga Champions. Klub-klub itu adalah Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, Juventus, Paris Saint-Germain, dan AC Milan.

Sementara Atletico Madrid, Borrusia Dortmund, Marseille, Internazionale Millan, dan Roma disebut sebagai klub undangan.

Menurut Der Spiegel, 11 tim pendiri tak akan bisa didegradasi dan akan menjadi anggota tetap Liga Super Eropa selama 20 tahun pertama kompetisi.

Real Madrid dan Key Capital Partners belum memberikan komentar terkait bocoran dokumen tersebut. Sementara Bayern Munchen mengatakan tak mengetahui soal dokumen-dokumen tersebut dan tak akan mengomentari negosiasi rahasia yang dilakukan klub.

Kelompok 11 klub pendiri itu, menurut dokumen tersebut, akan mendirikan sebuah perusahaan di Spanyol, menggelar Liga Super Eropa di bawah kendali mereka sendiri. Liga itu akan memiliki babak kualifikasi grup dan fase gugur.

Dalam dokumen itu juga dibeberkan soal kepemilikan saham. Madrid disebut akan menguasai 18,77 persen saham, Barcelona 17,61 persen, dan Manchester United sebesar 12,58 persen.

Tahun lalu Presiden Serikat Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin, menuding klub-klub besar Eropa mencoba memeras lembaga itu dan menegaskan bahwa pihaknya tak akan mengizinkan pembentukan Liga Super Eropa.

''Kepada beberapa klub saya menegaskan tak akan ada liga tertutup. Alasannya sederhana, bahwa hal itu tak sesuai dengan nilai-nilai yang kami anut,'' kata Ceferin pada 2017 lalu.

''Kami tak akan menyerah pada pemerasan oleh mereka yang mengira bisa memanipulasi liga-liga kecil atau memaksakan kehendak pada asosiasi-asosiasi sepak bola karena merasa memiliki kekuatan berkat pendapatan yang mereka hasilkan,'' tegas dia.

 

Berita ini sudah dimuat di suara.com

Berita Terkait

Berita Terkini