Arena

Jejak Karier Greysia Polii, Pebulu Tangkis Putri Indonesia yang Kini Putuskan Gantung Raket

Greysia Polii yang kini berusia 34 tahun telah memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis profesional.

Rauhanda Riyantama

Greysia Polii akan mengumumkan pensiun sebagai atlet bulu tangkis pada ajang Indonesia Masters 2022 di Jakarta. (ANTARA/Roy Rosa Bachtiar).
Greysia Polii akan mengumumkan pensiun sebagai atlet bulu tangkis pada ajang Indonesia Masters 2022 di Jakarta. (ANTARA/Roy Rosa Bachtiar).

Bolatimes.com - Pebulu tangkis Greysia Polii secara resmi mengumumkan pensiun di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6/2022), bersamaan dengan final Indonesia Masters. Selama menjadi pemain, ia telah menorehkan banyak prestasi sepanjang kariernya.

Sebelum gantung raket, perempuan 34 tahun ini sukses meraih puncak pestasi saat merebut emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.  Lalu seperti apa sejarah prestasi Greysia Polii di dunia bulu tangkis Tanah Air? Berikut ulasannya. 

1. Moncer Sejak Remaja

Greysia yang lahir di Jakarta, 11 Agustus 1987 menjalani debut untuk timnas saat masih berusia 16 tahun, tepatnya tahun 2003.

Tak butuh waktu lama, Greysia langsung melaju sampai semifinal Malaysia Satellite 2003 bersama partner ganda putri perdananya, Heni Budiman. Mereka juga sukses jadi juara nasional pada tahun yang sama.

2. Ganti Pasangan Tak Surutkan Prestasi

Pengagum Deyana Lomban ini adalah salah satu pemain yang kerap bergonta-ganti pasangan di ganda putri maupun campuran.  Pada ganda putri, dia pernah dipasangkan dengan  Mega Berlian Adhitya, Anggia Shitta Awanda, Pia Zebadiah Bernadet, Heni Budiman, dan Meiliana Jauhari. Ada pula nama Nitya Krishinda Maheswari, Vita Marissa, Jo Novita, Liliyana Natsir, Rizki Amelia Pradipta, Rosyita Eka Putri Sari, dan Apriyani Rahayu. 

Prestasinya yang paling menonjol di sektor tersebut yakni ketika berpasangan dengan Nitya dan Apriyani. Sedangkan di nomor ganda campuran, Greysia pernah dipasangkan dengan Tontowi Ahmad, Aji Basuki, Flandy Limpele, Muhammad Rijal, Rian Agung Saputro, dan Hendra Setiawan. Dia juga pernah berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

3. Gelar Spesial

Greysia sukses mereguk enam gelar World Tour, tiga gelar BWF Superseries, dan lima gelar BWF Grand Prix selama berkiprah di dunia bulu tangkis. Itu belum termasuk medali emas yang diraihnya di SEA Games Filipina 2019, Asian Games Incheon 2014, dan Olimpiade Tokyo 2020.

Gelar Olimpiade Tokyo 2022 adalah yang paling spesial. Tidak hanya diraih pada level tertinggi, tapi juga mengukuhkan kelas Indonesia di mata dunia. Sebagai informasi, ganda putri merupakan satu-satunya nomor yang belum menyumbang medali emas untuk Indonesia di olimpiade.

4. Catatan Prestasi

Selama berkarier di ganda putri, Greysia mencatat rekor 448 menang dan 229 kalah. Adapun di ganda campuran catatannya adalah 58 menang dan 37 kalah. Ranking tertingginya yakni nomor dua saat berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Adapun saat berpasangan dengan Apriyani, dia mencatat ranking tertinggi nomor tiga.

Berikut deretan gelar dan prestasi Greysia Polii. 

  • Medali emas Olimpiade Tokyo 2020 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Medali emas Asia Games Incheon 2014 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)
  • Medali emas SEA Games Manila 2019 (bersama Apriyani Rahayu)
  • India Open 2018 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Thailand Open 2018 (bersama Apriyani Rahayu)
  • India Open 2019 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Indonesia Masters 2020 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Spain Masters 2020 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Thailand Open 2020 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Korea Open 2015 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)
  • Singapore Open 2016 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)
  • French Open 2017 (bersama Apriyani Rahayu)
  • Phillipines Open 2005 (bersama Jo Novita)
  • Thailand Open 2013 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)
  • Chinese Taipei Open 2014 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)
  • Chinese Taipei Open 2015 (bersama Nitya Krishinda Maheswari)

Itu dia deretan sejarah dan prestasi Greysia Polii sepanjang karier bulu tangkisnya untuk Indonesia.

(Kontributor: Alan Aliarcham)

Berita Terkait

Berita Terkini