Arena

Gagal Revans, Pramudya/Yeremia Ungkap Penyebab Kekalahan dari Wakil Jepang

Pramudya/Yeremia gagal melakukan misi balas dendam ke Hoki/Kobayashi.

Husna Rahmayunita

Ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan beraksi dalam turnamen Indonesia Open 2021 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/HO-Humas PP PBSI/aa)
Ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan beraksi dalam turnamen Indonesia Open 2021 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/HO-Humas PP PBSI/aa)

Bolatimes.com - Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan gagal melakukan revans ke wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobasyahi di babak penyisihan BWF World Tour Finals 2021.

Tampil perdana di World Tour Finals, Pramudya/Yeremia memupuskan harapan untuk balas dendam. Mereka harus mengakui keunggulan Hoki/Kobayashi.

Pada laga pembuka WTF 2021 yang digelar, Rabu (1/12/2021), Pramudya/Yeremia takluk dari juara Indonesia Masters 2021 tersebut. Mereka kalah dalam dua gim dengan skor 14-21 dan 19-21.

Pramudya/Yeremia tidak merasa tegang saat melawan unggulan kedua Hoki/Kobayashi, justru sebetulnya mereka ingin main tanpa beban.

Namun mereka mengaku kurang tenang dan tidak fokus saat pertandingan sehingga bisa ditekan habis-habisan dalam dua gim.

"Evaluasinya paling dari aspek ketenangan, fokus, sama start awal jangan sampai ketinggalan," kata Yeremia saat konferensi pers di Nusa Dua, Bali.

Pramudya/Yeremia sudah ditekan sejak awal oleh Hugo/Kobayashi sehingga membuat mereka terlalu bernafsu untuk menyerang balik.

Meski berhasil membayangi ganda putra Jepang, namun mereka kesulitan untuk membalik keunggulan. Bukannya mengendur, serangan balik yang dilayangkan Pramudya/Yeremia justru sulit menjebol pertahanan Hoki/Kobayashi.

Gusar dengan keadaan ini, pasangan peringkat ke-27 dunia ini menjadi tidak fokus dan permainan mereka pun kurang terkendali.

"Tadi di pertandingan tertinggal di gim awal, tapi di gim kedua sebenarnya sudah mulai bisa mengimbangi. Bahkan sudah mulai unggul. Tapi karena kurang sabar dan masih terburu-buru jadi bisa tersusul," beber Pramudya.

Mereka mengatakan pertahanan Hoki/Kobayashi pada pertemuan kedua hari ini berbeda dengan pertemuan perdana di Indonesia Open pekan lalu.

Kala itu, menurut, Hoki/Kobayashi masih bermain agak lambat dan memberikan peluang untuk menyerang.

Tapi di pertemuan hari ini Hoki/Kobayashi bermain lebih rapat dan sukses menghadang mayoritas serangan yang dilepaskan Pramudya/Yeremia.

"Kemarin mereka masih kasih kami kesempatan untuk menyerang. Tapi kali ini mereka sama sekali tidak kasih kesempatan, dan kami tidak bisa serang balik. Mereka sangat rapat," tutur Pramudya.

Hasil pertandingan hari ini menjadi bahan evaluasi untuk mereka jelang pertandingan penyisihan Grup B hari kedua. Besok mereka akan bertemu dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dari Malaysia, demikian dimuat Antara.

Berita Terkait

Berita Terkini