Arena

Start untuk Lari Jarak Pendek: Teknik Dasar dan Tata Caranya

Mengenal teknik dasar dab tata cara lari jarak pendek.

Rauhanda Riyantama

Gaya sporty pelari marathon asal Thailand, Nahmfah. [@nahm.fah/Instagram]
Gaya sporty pelari marathon asal Thailand, Nahmfah. [@nahm.fah/Instagram]

Bolatimes.com - Mengenai start lari jarak pendek, terdapat sejumlah teknik dasar dan tata cara yang harus dipahami.

Sebab, teknik dasar dan tata cara dalam start lari jarak pendek ini akan ikut menentukan kecepatan lari seorang atlet.

Sebagai informasi, perlombaan lari jarak pendek biasanya menempuh jarak sepanjang 100 meter, 200 meter, hingga 400 meter.

Oleh karena itu, biasanya lari pendek juga disebut sebagai sprint. Dalam perlombaan lari jarak pendek, teknik start menjadi aspek yang penting.

Sebab, teknik ini meliputi kemampuan seorang pelari dalam hal reaksi, efisiensi gerak, kemampuan mempertahankan kecepatan lari, dan lain-lain.

Setidaknya, terdapat tiga macam start lari jarak pendek yang harus dikuasai seorang pelari atau sprinter.

Berikut Bolatimes.com menyajikan penjelasan mengenai teknik dasar dan tata cara start untuk lari jarak pendek.

Seperti dengan namanya, start merupakan fase pertama dalam sebuah gerakan lari. Fase ini adalah titik permulaan yang akan menentukan keberhasilan seorang pelari.

Sebab, titik tolak seorang pelari sebelum melakukan gerakan lari bermula pada start, yakni ketika aba-aba lari dimulai.

Start Pendek

Start pendek merupakan jenis awalan yang diawali dengan berdiri tegak dengan kedua kaki merapat. Kemudian, kedua tangan diletakkan di samping badan.

Biasanya, start pendek dilakukan seorang pelari apabila mereka memiliki kaki yang pendek alias tidak begitu panjang. Tata cara dalam melakukan start pendek adalah sebagai berikut.

- Saat mengambil ancang-ancang, letakkan kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar satu kepal.

- Kemudian, kedua tangan diposisikan di belakang garis start, dengan jari-jari yang rapat dan ibu jari terbuka.

- Luruskan kedua lengan dan fokus pandangan ke depan. Lalu angkat pinggul hingga posisinya lebih tinggi daripada pundak.

-Kedua tangan juga harus diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari yang rapat serta ibu jari terbuka hingga membentuk huruf V.

Start Menengah

Selanjutnya, start menengah sebetulnya juga tak jauh berbeda dengan start pendek. Biasanya, start lari menengah dipilih oleh pelari yang memiliki kaki agak panjang. 

Selanjutnya, tata cara dalam melakukan start menengah adalah sebagai berikut.

- Saat mengambil ancang-ancang, letakkan kaki kiri di posisi depan dan ditekuk. Lalu, letakkan lutut kaki kanan di sebelah tumit kaki kiri dan jaraknya sekitar satu kepal.

- Setelah itu, letakkan kedua tangan di belakang garis start dengan ibu jari terpisah dan empat jari lainnya dirapatkan hingga membentuk huruf V.

Start Panjang

Saat melakukan start panjang, letak ujung kaki belakang harus segaris dengan tumit kaki depan. 

Biasanya, start panjang dilakukan oleh pelari yang memiliki postur tubuh tinggi atau kaki yang panjang. Sedangkan tata cara dalam melakukan start panjang adalah sebagai berikut.

- Saat mengambil ancang-ancang, letakkan lutut kaki belakang berada di samping tumit kaki depan.

- Kemudian, kaki kiri harus diletakkan di depan dengan posisi yang jinjit.

- Posisi lutut kaki kanan pada bagian belakang kaki kiri dan jaraknya harus sekitar satu kepal.

- Posisi kedua tangan harus diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari yang rapat dan ibu jari terbuka hingga membentuk huruf V.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini