Arena

Gegara Puasa Saat Latihan, Eko Yuli Berantem dengan Sang Pelatih

Eko Yuli Irawan kini tengah fokus memantapkan persiapan jelang mengikuti kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

Rauhanda Riyantama

Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11). [Antara/Wahyu Putro A]
Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11). [Antara/Wahyu Putro A]

Bolatimes.com - Lifter putra Indonesia, Eko Yuli Irawan, menegaskan dirinya tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan meski kini tengah fokus memantapkan persiapan jelang mengikuti kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo

Keputusannya untuk terus berpuasa di tengah pemusatan latihan, bahkan sempat menimbulkan perdebatan antara dirinya dengan sang pelatih. Namun sebagai muslim, ia kukuh mempertahankan prinsipnya.

"Kita selama ini Alhamdulillah tetap puasa walaupun latihan. Justru malah kita berantem sama pelatih gara-gara puasa," ujar Eko Yuli Irawan di kawasan GOR Bulungan, Jakarta, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Suara.com.

"Ibaratnya berantemnya gini, pelatih tidak percaya, tapi tidak ada kan yang meninggal gara-gara puasa. Kita buka puasa masih makan, sahur masih makan, bedanya jam makannya saja yang dipindah," sambung Eko Yuli.

Eko Yuli juga menjelaskan jika kegiatan tidak makan dan minum dari fajar hingga mentari terbenam tak banyak berpengaruh dengan progres latihannya di Pelatnas.

Sebab, ibadah puasa disebut peraih medali perak Olimpiade 2016 itu mirip dengan program penurunan berat badan jelang dirinya mengikuti suatu perlombaan.

"Kita kalau pertandingan selalu diet kan. Ya (ibadah puasa) inilah buat latihan. Kita kalau diet, berat badan belum masuk (sesuai kelas yang dipertandingkan--Red), mau tak mau seharian harus puasa. Besok setelah timbang badan baru kita makan," tutur Eko.

"Jadi dengan kondisi kita saat tidak makan saja sanggup mengangkat beban sekian, apalagi dikasih makan. Sugesti ya, dalam angkat besi itu kita main sugesti."

Lebih jauh, Eko Yuli mengungkapkan jika kini para pelatih di Pelatnas PB PABBSI sudah lebih mengerti dengan keputusannnya. Karena meski berpuasa, Eko menegaskan tetap menjalankan program latihan sesuai instruksi.

"Sekarang sih terserah saja. Kemarin saat Asian Games 2018 sempet berdebat. Sampai Wakil Ketua Umum, Joko Pramono turun tangan dan mendatangkan ustadzah untuk memberi tahu kalau dalam situasi tertentu boleh tidak berpuasa," papar Eko.

"Tapi, suasananya berbeda saja jika kita tidak berpuasa. Saya sih tidak memanas-manasi yang lain. Saya kasih tahu saja yang lain kalau kuat silahkan soalnya program tetap berjalan," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini