Arena

PB PABSI Ajukan Eko Yuli untuk Ikut Kualifikasi Olimpiade Paris 2024, Nunggu Acc dari Kemenpora

PB PABSI akan memberangkatkan 14 atlet. Butuh uang Rp 600 juta

Irwan Febri Rialdi

Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11). [Antara/Wahyu Putro A]
Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11). [Antara/Wahyu Putro A]

Bolatimes.com - Wakil Ketua PB PABSI, Djoko Pramono, akan tetap mengajukan nama Eko Yuli Irawan ke Kemenpora untuk mengikuti Kejuaraan Dunia IWF 2022 di Bogota, Kolombia, pada 5-16 Oktober. Sebagai informasi, ajang ini akan menjadi kualifikasi pertama Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.

"Kami berencana memberangkatkan 13 sampai 14 atlet. Nama Eko Yuli juga sudah kami laporkan kepada Kemenpora, tetapi masih menunggu hingga final entry," ujar Djoko kepada pewarta di Jakarta, Selasa.

Djoko mengungkapkan PABSI sudah menghitung perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Kolombia.

"Kisarannya Rp600 juta. Kejuaraan Dunia di Kolombia itu single event bukan multievent. Artinya biasanya menggunakan biaya sendiri. Jadi kalau pemerintah mau bantu, saya sudah kirim surat, karena belum ada sponsor yang menawarkan diri," ujar Djoko.

"Eko sudah kami masukan ke daftar, tapi masih menunggu final entry. Kalau ketika final entry harus bayar, pemerintah tak membantu atau tidak ada sponsor, ya bagaimana karena ini bukan multievent," kata Djoko.

Dalam pengiriman atlet ke Kejuaraan Dunia di Kolombia, lanjut Djoko, PABSI bakal melakukan seleksi ketat.

PABSI saat ini memiliki deretan atlet muda potensial, seperti Muhammad Faathir yang berada di kelas yang sama dengan Eko Yuli yakni 61kg putra.

"Tentunya ada persyaratan. Bukan persoalan suka atau tidak suka. Eko tetap pahlawan kita. Hukum alam, yang tua pasti kalah sama yang muda. sekarang sudah muncul generasi muda kita," ujarnya.

Djoko berharap dapat mengirim lebih banyak atlet yang lolos kualifikasi Olimpiade Paris. "Di Kolombia baru yang pertama. Masih ada tiga kali kualifikasi," pungkas Djoko.

Angkat besi menjadi cabang andalan Indonesia untuk mendulang medali di Olimpiade. Khusus Eko, dia telah menyumbang dua perak dan dua perunggu sejak Olimpiade 2008 di Beijing, China.

(Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini