Arena

Muda Penuh Prestasi, Zohri Diyakini Masuk Jajaran Sprinter Elite Dunia

Lalu Muhammad Zohri menjelma sebagai sprinter muda harapan Indonesia.

Rauhanda Riyantama

Pelari Indonesia, Fadlin (kanan) menyerahkan tongkat kepada Lalu Muhammad Zohri pada babak penyisihan Lari Estafet 4x100m Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Andika Wahyu)
Pelari Indonesia, Fadlin (kanan) menyerahkan tongkat kepada Lalu Muhammad Zohri pada babak penyisihan Lari Estafet 4x100m Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Andika Wahyu)

Bolatimes.com - Eni Nuraeni selaku pelatih lari jarak pendek Pelatnas PB PASI yakin bahwa sprinter muda andalan IndonesiaLalu Muhammad Zohri bisa sejajar dengan sprinter elite dunia.

Keyakinan itu muncul setelah melihat hasil yang ditorehkan pelari asal Lombok Utara itu di beberapa kejuaraan yang diikuti selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Lalu Muhammad Zohri sendiri menjelma sebagai sprinter muda harapan Indonesia setelah secara mengejutkan meraih medali emas di nomor 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tempere, Finlandia, Juli 2018 lalu.

Catatan waktu 10,18 detik yang diraih Zohri sukses mempecundangi dua pelari Amerika Serikat yakni Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatat waktu 10,22 detik.

Letupan kejutan dari Zohri tak selesai sampai di situ. Masuk dalam skuat tim estafet 4x100 meter putra Asian Games 2018, atlet 19 tahun itu berhasil menghantarkan tim Merah Putih mempersembahkan medali perak.

Eni Nuraeni menilai, Lalu Muhammad Zohri kini menjadi pelari jarak pendek paling berpotensi bagi Indonesia. Hanya saja Zohri perlu memperbaiki beberapa kelemahan untuk bisa meraih harapan masuk jajaran sprinter elit dunia.

"Asal kelemahannya khususnya di start, Zohri pasti bisa menembus jajaran atlet dengan waktu di bawah 10 detik," ujar Eni Nureani dalam rilis yang diterima Suara.com, Minggu (21/4/2019).

Pelatih Pelatnas Atletik Indonesia, Eni Nuraeni,saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Pelatnas Atletik Indonesia, Eni Nuraeni,saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

 

Meski berharap banyak kepada Lalu Muhammad Zohri, Eni menegaskan jika dirinya tak akan memaksakan anak latihnya itu untuk cepat-cepat mendapatkan hasil. Pelatih 72 tahun itu membiarkan Zohri berkembang sesuai usianya.

"Saya biarkan latihannya mengalir saja, tidak ditekan," ujar Eni.

Selain tampil apik di Kejuaraan Dunia U-20 dan Asian Games 2018, Lalu Muhammad Zohri baru-baru ini juga mencatatkan prestasi gemilang.

Saat turun di Malaysia Open Grand Prix 2019 Maret lalu, atlet berjuluk "Bocah Ajaib dari Lombok" itu berhasil membawa pulang medali emas nomor 100 meter usai mencatatkan waktu 10,20 detik.

Kini, bersama sembilan atlet lainnya, Lalu Muhammad Zohri akan turun di Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang berlangsung di Doha, Qatar pada 21-24 April 2019. Ia rencananya bakal turun di nomor 100 meter dan estafet 4x100 meter.

Berita Terkait

Berita Terkini