Timespedia

Cara Menendang Bola dengan Keras, Wajib Dibaca!

Berikut cara menendang bola dengan keras yang wajib diketahui.

Rauhanda Riyantama

Aksi Lionel Messi saat mencetak gol kewat tendangan bebas ke gawang Real Valladolid dalam lanjutan La Liga Spanyol, Rabu (30/10/2019) dini hari WIB. (LLUIS GENE / AFP)
Aksi Lionel Messi saat mencetak gol kewat tendangan bebas ke gawang Real Valladolid dalam lanjutan La Liga Spanyol, Rabu (30/10/2019) dini hari WIB. (LLUIS GENE / AFP)

Bolatimes.com - Berikut cara menendang bola dengan keras dalam permainan sepak bola yang biasanya dilakukan untuk mencetak gol dari jarak jauh.

Permainan sepak bola memiliki tujuan untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Dalam mencapai tujuan ini, banyak cara bisa dilakukan demi mencetak gol.

Salah satunya adalah dengan melakukan tendangan keras terhadap bola agar kiper lawan tak mampu menepis bola tersebut.

Menendang bola dengan keras sudah menjadi hal yang wajib dikuasai oleh para pesepak bola saat ini, agar bisa menciptakan gol dari situasi tertentu.

Biasanya, tendangan keras terhadap bola dilakukan untuk mencetak gol dari jarak jauh ketika pertahanan lawan begitu ketat dan sulit ditembus.

Saat lawan bertahan di areanya sendiri, sepakan keras dari jarak jauh pun menjadi salah satu opsi agar bola bisa bersarang di gawang lawan.

Sehingga, teknik menendang bola dengan keras dan terukur pun menjadi barang wajib yang harus dikuasai oleh pemain sepak bola saat ini.

Namun dalam prakteknya, menendang bola dengan keras tak cukup dengan hanya melepaskan tendangan secara kuat.

Ada cara-cara yang perlu dilakukan agar tendangan keras benar-benar bisa tercipta, sehingga bola dapat meluncur dengan kencang.

Lantas, bagaimana cara menendang bola dengan keras? Berikut Bolatimes.com sajikan tips untuk menendang bola dengan keras.

1. Persiapkan Kaki Dominan

Untuk menendang bola dengan keras, seorang pemain harus menggunakan kaki terkuatnya atau kaki paling dominan.

Kaki dominan ini harus disiapkan saat bola dalam keadaan terhenti atau saat bola bergulir usai pemain melakukan dribel.

Jika telah mendapat sudut yang tepat untuk menendang bola dengan kaki dominan, pemain pun harus mempersiapkan langkah sesuai jarak dengan bola.

2. Mengambil Langkah Pendek

Sebelum melakukan tendangan, pemain harus mengambil ancang-ancang dengan langkah pendek, seperti halnya saat melakukan tendangan bebas.

Langkah-langkah pendek ini akan membuat pemain mengukur kekuatan tendangan agar bola meluncur sesuai yang diinginkan.

3. Menjejakkan Kaki Penumpu di Sebelah Bola

Usai mengambil ancang-ancang berupa langkah pendek, pemain pun harus menaruh kaki yang jadi tumpuan di sebelah bola.

Biasanya, kaki yang jadi tumpuan ini merupakan kaki terlemah. Bila pemain dominan kaki kanan, maka kaki kiri menjadi tumpuan, begitu pun sebaliknya.

Posisi kaki tumpuan ini tepat berada di sebelah bola, agar badan berada tepat di atas bola sebelum melepaskan tendangan tersebut.

Tak hanya menjadi tumpuan saja, kaki tumpuan ini juga harus diarahkan sesuai arah tendangan yang dituju, agar kaki tumpuan tak menghalangi bola.

4. Melihat dan Menendang Bola

Usai mendapat tumpuan yang pas dan jarak yang ideal, pemain harus melihat posisi bola dengan cara melirik bola yang ada di bawah badannya.

Setelah itu, pemain baru bisa melakukan tendangan keras ke bola dengan cara mengayunkan kaki ke belakang agar menambah kekuatan tendangan itu sendiri.

5. Teknik Menendang Bola dengan Keras

Usahakan saat menendang bola, pemain menggunakan area punggung kaki, terutama di area buku jempol kaki dengan menendang bagian titik bola.

Area buku jempol ini merupakan area terkuat dari kaki, sehingga pemain harus mengarahkan area tersebut dan menghantam bola dengan kuat.

6. Gerakan Usai Melakukan Tendangan

Setelah melakukan tendangan keras terhadap bola, pemain harus melakukan gerakan yang sesuai agar tak terkena cedera.

Usai menendang bola dengan keras, ayunan kaki untuk menendang harus searah dengan tendangan yang dilakukan.

Lalu, gunakan kaki untuk menendang sebagai kaki untuk mendarat dengan menjejakkan kaki dominan ke tanah sebagai pijakan.

Kontributor: Felix Indrajaya

Berita Terkait

Berita Terkini