Liga italia 20 September 2026
Venezia 0
Lazio 2
Liga prancis 20 September 2026
Le Mans 2
Lorient 1
Liga prancis 20 September 2026
Toulouse 3
LE Havre 2
Liga prancis 20 September 2026
Lyon 4
Rennes 0
Liga prancis 20 September 2026
Angers 2
Troyes 0
Liga spanyol 20 September 2026
Sevilla 1
Barcelona 3
Liga jerman 19 September 2026
Bayern Munchen 7
Union Berlin 0
Liga italia 19 September 2026
Monza 2
Sassuolo 1
Liga prancis 19 September 2026
AS Monaco 2
Lens 1
Liga inggris 19 September 2026
Brentford 3
Chelsea 0
Liga spanyol 19 September 2026
Espanyol 1
Elche 3
Liga indonesia 19 September 2026
Persebaya Surabaya 1
Garudayaksa 1
Liga indonesia 19 September 2026
PSM Makassar 2
Persita 2
Liga inggris 19 September 2026
Tottenham 2
Aston Villa 3
Liga indonesia 19 September 2026
Persija 1
Java United 0
Liga indonesia 19 September 2026
Bhayangkara FC 2
Isenmulang FC 0
Liga spanyol 19 September 2026
Osasuna 1
Rayo Vallecano 1
Liga italia 19 September 2026
Bologna 1
Torino 1
Liga italia 19 September 2026
Udinese 0
Cagliari 1
Liga jerman 19 September 2026
Hamburger SV 2
FC Koln 1
Liga jerman 19 September 2026
Eintracht Frankfurt 2
SC Freiburg 2
Liga jerman 19 September 2026
Borussia Monchengladbach 3
FSV Mainz 05 4
Liga jerman 19 September 2026
Werder Bremen 3
FC Augsburg 2
Liga inggris 19 September 2026
Brighton 3
Arsenal 0
Liga inggris 19 September 2026
Everton 1
Ipswich 0
Liga inggris 19 September 2026
Newcastle 2
Hull City 1
Liga spanyol 19 September 2026
Athletic Club 0
Alaves 0
Liga prancis 19 September 2026
Paris FC 2
Strasbourg 1
Liga italia 19 September 2026
AS Roma 2
Inter Milan 2
Liga inggris 19 September 2026
Nottingham Forest 0
Coventry 1
Liga jerman 19 September 2026
VfB Stuttgart 0
Borussia Dortmund 1
Liga spanyol 19 September 2026
Celta Vigo 5
Racing Santander 0
Liga spanyol 18 September 2026
Real Betis 1
Getafe 0
Liga spanyol 18 September 2026
Malaga 1
Villarreal 3
Liga indonesia 18 September 2026
Arema FC 1
Persik Kediri 1
Liga indonesia 18 September 2026
Madura United 2
PSIM Yogyakarta 1
Liga spanyol 17 September 2026
Deportivo La Coruna 0
Sevilla 1
Liga spanyol 17 September 2026
Atletico Madrid 4
Osasuna 0
Liga spanyol 17 September 2026
Barcelona 7
Racing Santander 2
Liga spanyol 16 September 2026
Rayo Vallecano 2
Espanyol 1
Liga spanyol 16 September 2026
Alaves 0
Valencia 1
Liga spanyol 16 September 2026
Elche 2
Real Madrid 3
Liga indonesia 16 September 2026
Borneo FC 1
Dewa United 3
Liga italia 15 September 2026
Inter Milan 5
Udinese 3
Liga inggris 15 September 2026
Leeds United 4
Newcastle 1
Liga spanyol 15 September 2026
Villarreal 1
Real Betis 2
Liga italia 14 September 2026
Sassuolo 3
Juventus 2
Liga prancis 14 September 2026
Brest 0
PSG 1
Liga spanyol 14 September 2026
Real Sociedad 0
Atletico Madrid 3
Liga italia 14 September 2026
Como 2
Parma 1
Liga italia 14 September 2026
Torino 0
AS Roma 2

5 Pemain yang Dianggap Pemalas: Menjadi Bintang dan Terkenal

Berikut 5 kisah pesepak bola yang dianggap pemalas namun menjadi bintang dan terkenal.

Galih Prasetyo BolaTimes.com
Senin, 16 Juni 2025 | 21:47 WIB
5 Pemain yang Dianggap Pemalas: Menjadi Bintang dan Terkenal

5 Pemain yang Dianggap Pemalas: Menjadi Bintang dan Terkenal

bolatimes.com - Ulet, tekun, dan rajin merupakan salah satu syarat mainstream bagi seseorang untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Tentu saja hal ini juga berlaku dalam dunia sepak bola.

Kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kisah hidup sejumlah pesepak bola terkenal yang menjelma menjadi bintang dan meraih sejumlah prestasi lantaran tekun menjalani pola latihan ekstreem.

Tapi tahukah Anda, dari beberapa pesepakbola berlabel bintang, ternyata banyak yang terkenal sebagai sosok yang pemalas. Tak percaya, berikut 5 kisah pesepa kbola pemalas yang beruntung menjadi bintang dan terkenal.

1. Antonio Cassano

Pemain kelahiran Bari ini merupakan salah satu penyerang paling mematikan dalam sejarah sepak bola Italia.

Menurut catatan Transfermarkt.com, Cassano telah membukukan 139 gol dari 515 penampilannya bersama delapan klub berbeda sepanjang kariernya.

Namun siapa sangka jika ia ternyata merupakan sosok seorang pemalas. Seperti dikutip dari laman Fourfourtwo.com, pelatih Fabio Capello bahkan melabelinya dengan sebutan khusus, yakni "cassanata" - pemain yang tak bermain untuk klub. Penyebabnya, tak lain lantaran Cassano sering mangkir dari sesi latihan.

2. Lukas Podolski

Tak perlu waktu lama bagi mantan pelatih Jerman Berti Vogts untuk melontarkan sindiran pedas saat dimintai tanggapan terkait kepindahan Lukas Podolski dari FC Koln ke Arsenal pada tahun 2002.

"Lukas bisa dipuji sebagai pelari hebat, seandainya ia mau tiga kali saja membantu barisan pertahanan dalam satu pertandingan," kata Vogts.

Kesan Vogts yang menggambarkan Podolski sebagai pemalas juga diamini oleh mantan penjaga gawang Jerman, Uli Stein dalam sebuah poling yang diadakan antar pada mantan pelatih.

Ia menyebut Podolski sebagai penyerang paling malas.

"Lukas adalah pemain termalas yang pernah tergabung dalam tim," katanya seperti dilansir Fourfourtwo.

Dan fakta itu terbukti saat Podolski bermain di Arsenal, di mana Arsene Wenger sering menariknya keluar setelah ia bermain selama 60-70 menit saja.

"Saya terlalu sering diganti dan pemain pun pasti tak akan puas dengan ini," demikian respon Podolski saat dimintai komentar terkait jam bermainnya di Arsenal.

3. Alvaro Recoba

Mantan pesepakbola yang bersinar bersama Inter Milan ini mendapat julukan "Pemain Hampir Hebat Nomor Wahid di Dunia" oleh The Guardian pada tahun 2003 silam.

Mengapa harus ada kata "hampir hebat, tak lain karena ia memang seorang pemalas. Bahkan istrinya sendiri memanggilnya dengan julukan 'Si Pemalas yang Romantis'.

Fakta ini pun didukung oleh pernyataan presiden Inter, Massimo Moratti saat memberikan komentar terkait sosok seorang Recoba.

"Ia adalah seorang pemain yang selalu memberi kejutan. Ia memang sering terlihat malas, tapi ia bisa melakukan yang tak bisa dilakukan oleh siapa pun," kata Moratti.

Fakta lain yang menguatkan Recoba sebagai seorang pemalas adalah saat ia bermain untuk Venezia, di mana beberapa rekan setimnya sampai menghadiahkannya jam tangan. Tentu saja dengan harapan agar Recoba dapat hadir latihan tepat waktu.

4. Mario Balotelli

Pemain kontroversial ini menjadi sosok pahlawan di Anfield pada tahun 2015, saat tendangan penaltinya di penghujung laga menjadi penentu kemenangan Liverpool atas Besiktas di ajang Europa League. Namun epik kepahlawanan itu ternyata tak membuat pelatih Brendan Rodgers terkesan.

"Sama sekali tidak, ia berhenti bermain setelah kami mendapat penalti. Ia seharusnya bisa menemukan posisinya dengan benar, dan tidak hanya berdiri saja di pinggir lapangan," kata Rodgers.

Alhasil, Mario pun kemudian dipinjamkan ke AC Milan, namun kesan pemalas tetap tak bisa lepas dari dirinya. Roberto Maroni, rekan eks pemilik Milan, Silvio Berlusconi pun tak segan menyebutnya dengan sebutan sang pemalas usai melihat penampilan Balotelli saat Milan menghadapi Sassuolo.

"Balotelli sama sekali tak hadir di lapangan. Ia adalah seorang pemalas yang cuma berputar-putar di lapangan sambil mengkhayalkan hal lain. Tak ada usaha yang terlihat untuk melibatkan diri dengan permainan," demikian kata Maroni.

5. Riquelme

Legenda sepakbola Argentina ini sempat mendapat perlakuan istimewa saat dirinya bermain untuk Villareal. Ia kerap mendapat izin tak ikut latihan dengan alasan tiba-tiba cedera yang sebenarnya terbilang misterius. Hingga pada akhirnya, presiden Villareal mengeluarkan ultimatum keras.

"Ia harus patuh terhadap segala aturan di klub ini, dan wajib menjalankan seluruh kewajibannya atau jika terus mangkir ia harus berhadapan dengan saya."

Kekesalan yang sama terhadap Riquelme juga pernah dirasakan oleh Louis van Gaal di Barcelona. Van Gaal bahkan menyebut jika timnya kurang satu orang akibat ulah malas Riquelme.

"Kamu adalah pemain terbaik, itu terjadi saat kamu menguasai bola. Tapi saat kamu tak memegang bola, kami seperti bermain dengan 10 orang pemain," semprot Van Gaal kepada Riquelme dalam sebuah kesempatan.

Menariknya, semprotan itu dibalas Riquelme dengan sebuah pernyataan yang seakan dirinya enggan disebut sebagai pemalas. "Untuk apa saya harus berlari, sementara bola itu bisa melakukannya sendiri."

Kontributor: M.Faqih

×
Zoomed
TERKINI

MLSC 2026/2027 berekspansi ke tiga kota baru demi menjaring talenta muda pesepak bola putri Indonesia menuju ajang Piala...

boladunia | 15:11 WIB

Simak profil lengkap skuat Timor Leste yang akan menantang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Tim ini diperkuat paduan ...

boladunia | 12:49 WIB

Kapan pertandingan Piala Super Eropa 2025 akan digelar?...

boladunia | 22:40 WIB

Bagi Rafael, kebiasaan ini terasa mengganggu....

boladunia | 22:16 WIB

Ronaldinho, yang bermain untuk Barcelona antara 2003 hingga 2008, memang fenomena....

boladunia | 21:14 WIB