Liga

Real Madrid Singkirkan Chelsea, Carlo Ancelotti Singgung Keajaiban

Ancelotti mengakui pertandingan lawan Chelsea bukan hal mudah.

Husna Rahmayunita

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti (AFP)
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti (AFP)

Bolatimes.com - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti dibuat lega setelah anak asuhnya menyingkiarkan Chelsea dan Liga Champions. Real Madrid menang degan agregat 5-4 setelah melakoni laga pamungkas di Bernebeu, Rabu (13/4/2022) dini hari. 

Ancelotti mengakui pertandingan lawan Chelsea bukan hal mudah. Kemenangan dengan agregat 5-4 yang mereka capai ini terjadi lima pekan setelah Real Madrid bangkit dari ketinggalan dua gol dalam pertandingan melawan Paris St Germain (PSG) di babak 16 besar.

Pada pertandingan semalam, Chelsea unggul lebih dahulu hingga membuat Real Madrid ketinggalan dua gol. Tapi kemudian, anak asuhnya berhasil membalikkan keadaan.

"Semakin menderita, semakin bahagia saya,” kata Ancelotti dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters.

"Namun banyak penderitaan dalam laga ini. Kami tertinggal 0-2 (melawan Chelsea) tapi saya yakin kami tak pantas mengalaminya karena tim bermain bagus sekali. Kami tak terburu-buru mencetak gol, kami tak membutuhkan itu, tetapi bagi saya saat mereka mencetak gol kedua, mereka tak pantas mendapatkannya."

Ancelotti memuji pemain Real Madrid karena tak mau menyerah, bahkan setelah tertinggal 0-3 ketika waktu tinggal 15 menit lagi sebelum Rodrygo menyamakan kedudukan menjadi 4-4 secara agregat untuk memaksa perpanjangan waktu di mana Karim Benzema membuat gol penentu dari sundulan.

Baginya, ada kejaiban yang terjadi pada pertandingan semalam, ketika Real Madrid menang di kandang sendiri.

"Kami menang karena kami punya energi untuk memastikan laga ini tetap hidup. Para pemain tampil berani dan menghadapi laga ini bak pejuang," kata Ancelotti.

"Pertandingan memang sulit, kami sudah tahu itu, tetapi ternyata lebih rumit lagi. Setelah gol kedua mereka, tim kami mengalami penurunan psikologis, tetapi keajaiban stadion ini banyak membantu pemain dan tim untuk tak mau menyerah."

Lebih lanjut, Ancelotti mengaku perlu menenangkan diri dan mengevaluasi tim untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Dia memuji daya juang Chelsea dan menyebut timnya tertekan lebih dari biasanya karena kehilangan bek terbaik Eder Militao yang diskors selain karena menderita cedera lutut.

"Kami harus bangga kepada apa yang kami lakukan, kami memainkan babak 16 besar yang berat melawan PSG, kini melawan juara bertahan Chelsea dalam perempat final untuk lolos ke semifinal, jadi saya tak bisa lebih bahagia lagi," pungkasnya seperti dikutip dari Antara.

Berita Terkait

Berita Terkini