Liga

Taktik Jose Mourinho Gagal Total, AS Roma Dibantai Bodo/Glimt 1-6

Ini menjadi kekalahan terbesar AS Roma.

Husna Rahmayunita

Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. [ADRIAN DENNIS / AFP]
Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. [ADRIAN DENNIS / AFP]

Bolatimes.com - AS Roma menanggung malu seusai dibantai Bodo/Glimt dengan skor telak 1-6 pada laga lanjutan Grup C UEFA Conference League atau Liga Konferensi. Taktik pelatih AS Roma, Jose Mourinho menuai sorotan.

Ini menjadi kekalahan terbesar yang dialami AS Roma di bawah asuhan Jose Mourinho. Kebobolah gol setengah lusin jelas menjadi pukulan telak.

Sepanjang laga yang digelar di Stadion Aspmyra, Norwegia, Jumat (22/10/2021) dini hari WIB, AS Roma kelabakan melancarkan serangan kepada tuan rumah Bodo/Glimt.

Mereka kebobolan dua gol duluan. Satu-satunya gol Roma dicetak oleh Carles Perez. Jose Mourinho sempat melakukan rotasi dengan melakukan tiga pergantian pemain langsung saat jeda namun tetap tak mengubah keadaan.

Adapun gol-gol Bodo/Glimt dicetak oleh: Erik Botheim (2), Ola Solbakken (2), Patrick Berg (1) dan Amahl Pellegrino (1).

Jose Mourinho menyebut kekalahan ini adalah tanggung jawabnya. Juru taktik asal Portugal itu sadar keputusannya merotasi banyak pemain justru berakhir dengan mimpi buruk bagi  i Giallorossi.

"Saya memutuskan untuk bermain dengan susunan pemain ini, jadi tanggung jawab ada di saya," kata Jose Mourinho kepada Sky Sport Italia, Jumat (22/10/2021).

"Saya melakukannya dengan niat baik, untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang bekerja keras dan merotasi skuat di lapangan sintetis dalam cuaca dingin. Saya memutuskan untuk mengistirahatkan banyak pemain."

"Kami kalah melawan tim yang menunjukkan kualitas lebih pada malam itu. Sesederhana itu.”

Sebelum menderita kekalahan setengah lusin gol, AS Roma memiliki rekor 100 persen kemenangan di Liga Konferensi, termasuk saat memainkan babak play-off.

Mourinho menganggap AS Roma dalam laga ini tak punya banyak pilihan pemain. Lapis kedua tim Serigala Ibu Kota dinilainya tak selevel dengan para pemain inti.

"Jika saya selalu bisa bermain dengan XI yang sama, maka saya akan melakukannya. Ini berisiko, karena kami memiliki kesenjangan kualitas yang sangat besar antara kedua kelompok pemain," beber Mourinho.

"Saya tahu batas skuad ini, ini bukan hal baru bagi saya, tetapi saya masih mengharapkan respons yang lebih baik. Seperti yang saya katakan, itu adalah pilihan saya untuk memainkannya, jadi tanggung jawab saya," pungkasnya.

(Suara.com/Arief Apriadi)

Berita Terkait

Berita Terkini