Liga

5 Kesalahan Besar Chelsea dalam Transfer Pemain, Dua Jadi Bintang Tim Rival

Manajemen Chelsea mungkin kini menyesal melepas pemain-pemain tersebut

Irwan Febri Rialdi

Selebrasi Kevin De Bruyne usai menjebol gawang Manchester United. (Paul Ellis/AFP).
Selebrasi Kevin De Bruyne usai menjebol gawang Manchester United. (Paul Ellis/AFP).

Bolatimes.com - Sebagai salah satu tim kaya raya, Chelsea kerap aktif berbelanja pemain mahal dan menendang pemain berkualitas lainnya ke tim lain. Kebiasaan ini membuat The Blues kerap melakukan kesalahan dalam membeli atau menjual pemainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Chelsea tergolong royal dalam urusan jual beli pemain. Kendati sempat mendapat larangan transfer, nyatanya aktivitas jual beli pemain The Blues tak mereda begitu saja.

Pada 2020 lalu, Chelsea menjadi tim yang paling boros seiring mendatangkan enam pemain anyar yakni Hakim Ziyech, Timo Werner, Thiago Silva, Ben Chilwell, Edouard Mendy, dan Malang Sarr.

Pembelian besar-besaran ini pun dibarengi dengan aktivitas menjual pemain yang belum lama ini dilakukan saat melepas Fikayo Tomori secara permanen ke AC Milan dan Tammy Abraham ke AS Roma.

Dua pemain akademinya ini dilepas dengan mahar total hampir mencapai 70 juta euro (Rp1,1 triliun). Secara bisnis, hal ini menguntungkan. Namun di atas lapangan, penjualan ini merugikan Chelsea.

Sebab, baik Tomori dan Abraham mampu tampil apik bersama klub barunya. Tomori menjadi andalan lini belakang AC Milan dan Abraham telah mencetak 3 gol dan 2 assist dalam 6 penampilan.

Penjualan ini terbilang menyakitkan untuk Chelsea. Karena di sisi lain, pembelian mahalnya seperti Timo Werner, Hakim Ziyech dan Kai Havertz malah melempem saat ini.

Kesalahan-kesalahan  seperti ini bukan  kali ini saja dilakukan Chelsea. Jauh sebelumnya, kesalahan serupa pernah dibuat Chelsea saat membeli atau menjual pemain.

Berikut daftarnya.

1. Fernando Torres (2011)

Fernando Torres (Ben Stansall/AFP)
Fernando Torres (Ben Stansall/AFP)

Pada musim dingin 2011, Chelsea mengejutkan publik Inggris dengan memboyong Fernando Torres dari Liverpool. Transfernya memakan dana 50 juta poundsterling atau rekor transfer termahal se Inggris kala itu.

Besarnya mahar itu imbas dari moncernya Torres bersama Liverpool. Sayang, transfer ini tak berjalan mulus dan cenderung buruk.

Ketajaman Torres tak berlanjut di Chelsea. Kendati bersumbangsih dengan memberikan sederet gelar bergengsi, kebersamaan El Nino bersama The Blues tak berjalan lama setelah pada 2014 ia dilepas ke AC Milan dengan status pinjaman.

2. Kevin De Bruyne (2013)

Selebrasi Kevin De Bruyne usai menjebol gawang Manchester United. (Paul Ellis/AFP).
Selebrasi Kevin De Bruyne usai menjebol gawang Manchester United. (Paul Ellis/AFP).

Mungkin Kevin De Bruyne menjadi salah satu penyesalan terbesar Chelsea saat ini. Sebab, saat ini ia menjadi salah satu pemain terbaik dunia.

Kevin De Bruyne datang ke Chelsea saat muda bersama gelombang pemain Belgia lainnya. Ia sempat menjadi andalan dan mendapat tempat di tim utama.

Namun, Jose Mourinho yang dikenal anti dengan pemain muda, melepasnya secara permanen pada musim dingin 2014 ke Wolfsburg di mana penampilannya membuat Manchester City kepincut dan menebusnya dengan mahar 60 juta poundsterling.

3. Mohamed Salah

Mo Salah selebrasi lepas jersey saat Liverpool kalahkan Crystal Palace. (Paul ELLIS / AFP)
Mo Salah selebrasi lepas jersey saat Liverpool kalahkan Crystal Palace. (Paul ELLIS / AFP)

Jose Mourinho tak hanya menyia-nyiakan Kevin De Bruyne semata selama di Chelsea. Ada nama Mohamed Salah yang dilepas The Blues saat tengah merintis.

Salah didatangkan Chelsea pada musim dingin 2014 dari FC Basel. Ia sempat dimainkan dan menjadi andalan kendati kerap turun dari bangku cadangan.

Setahun berselang, Chelsea meminjamkannya ke Fiorentina dan melepasnya secara permanen 6 bulan berselang. Tak disangka, Salah muda kian berkembang hingga kini menjelma menjadi andalan Liverpool.

4. Andriy Shevchenko

Pemain AC Milan, Andriy Shevchenko (kanan) dibayangi oleh pemain Inter Milan, Cristian Zanetti (kiri) pada laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion San Siro (12/4/2005) (AFP)
Pemain AC Milan, Andriy Shevchenko (kanan) dibayangi oleh pemain Inter Milan, Cristian Zanetti (kiri) pada laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion San Siro (12/4/2005) (AFP)

Tampaknya Chelsea benar-benar dikutuk tak boleh memiliki penyerang tajam. Jauh sebelum Fernando Torres didatangkan, The Blues pernah memboyong penyerang tajam pada sosok Andriy Shevchenko.

Sama seperti Torres, Shevchenko didatangkan dengan memecahkan rekor transfer Inggris pada 2006 dengan mahar 30 juta poundsterling. Transfer ini atas keinginan pribadi sang pemilik, Roman Abramovich.

Sayangnya, transfer ini tak berjalan mulus. Shevchenko melempem bersama Chelsea dan dilepas ke AC Milan pada 2008 dengan status pinjaman sebelum dilepaskan secara permanen pada 2009.

5. Danny Drinkwater

Danny Drinkwater (Oli Scarff/AFP).
Danny Drinkwater (Oli Scarff/AFP).

Dari sekian banyak transfer Chelsea, mungkin hanya Danny Drinkwater saja yang dianggap transfer tak masuk akal oleh pendukung The Blues.

Saat menyambut musim 2017/18, Chelsea punya sederet gelandang berkualitas pada sosok N'Golo Kante, Tiemoue Bakayoko yang juga baru didatangkan, dan Cesc Fabregas.

Namun di detik-detik penutupan bursa transfer musim panas, Chelsea mendatangkan Drinkwater dengan tujuan menambah kedalaman skuad seiring hengkangnya Nemanja Matic.

Bisa diduga, Drinkwater yang datang dengan mahar menyentuh 30 juta poundsterling, tak mampu menembus tim utama Chelsea dan terus dipinjamkan ke berbagai klub hingga saat ini.

Berita Terkait

Berita Terkini